Jalan Hidup Hendly Mangkali: Jurnalis, Relawan, Mantan Napi dan Aksi Sosialnya

Jalan Hidup Hendly Mangkali: Jurnalis, Relawan, Mantan Napi dan Aksi Sosialnya
Jurnalis Hendly Mangkali dengan aksi sosialnya. (Foto: IST).

NAMA jurnalis satu ini Hendly Mangkali. Sehari-hari sering disapa Hendly. Kalau di media sosial, khususnya Facebook, ia lebih dikenal dengan nama akun Om Patende, Om Hendly serta Kaka Gondrong.

Di balik profesinya sebagai Pimpinan Redaksi Beritamorut.com, Hendly juga dikenal banyak orang karena kepedulian sosialnya.

Bacaan Lainnya

Selain aktif sebagai jurnalis, ia juga didaulat sebagai Koordinator Relawan Ambulans Sulteng. Peran itu membuatnya kerap terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan.

Baca Juga: Putusan Banding Keluar, Jurnalis Hendly Mangkali Tetap Dihukum 1 Bulan Penjara

“Telepon dan WhatsApp saya aktif 24 jam. Tidak pernah sepi berdering,” ujar pria penyuka lagu Ebiet G Ade dan lagu-lagu rohani itu.

Belum lama ini, tepatnya 5 Juli 2026 lalu, Hendly baru saja menghirup udara bebas. Sebulan ia “indekos” di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu. Ia menjalani hukuman tersebut (satu bulan,red) terkait perkara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Namun, status sebagai mantan narapidana tidak membuatnya memilih berdiam diri. Tak lama setelah kembali ke tengah masyarakat, ia justru lebih aktif lagi dalam berbagai kegiatan sosial.

Baca Juga: Hendly Mangkali, Jurnalis yang Menjaga Kemanusiaan di Tengah Proses Hukum

Mulai dari berbagi bersama anak-anak di TPA Kawatuna dan Panti Asuhan Imanuel Palu.

Semangat itu kemudian tak berhenti begitu saja. Lewat media sosialnya, ia aktif menggalang donasi untuk membantu penyediaan pasir dan batu bagi pembangunan masjid dan gereja di Kabupaten Morowali Utara.

Bagi Hendly, rumah ibadah merupakan tempat yang layak mendapat perhatian bersama, tanpa memandang latar belakang dan profesi.

Baca Juga: Senyum Khas dan Tulisan di Kaos Jurnalis Hendly Mangkali saat Jalani Hukuman 1 Bulan

“Semoga semesta merestui dan mencatatnya. Kapan kita mengurusi “Rumah Tuhan” tidak perlu khawatir dengan hidup dan rezekimu,” ujarnya penuh yakin saat berbincang dengan rekan-rekan wartawan, baru-baru ini.

Hendly juga kerap menyuarakan pandangan kritisnya terhadap aktivitas pertambangan.
Menurutnya, perusahaan tambang perlu memberi perhatian lebih terhadap pembangunan rumah-rumah ibadah di wilayah lingkar tambang.

Baca Juga: Jurnalis Sulteng Turun ke Jalan Bela Tempo, Minta Pengadilan Tolak Gugatan Amran

“Mereka (perusahaan) datang mengeruk isi bumi di daerah dan desa kita, bermodalkan IUP. Cukup sekali atau dua kali membantu rumah ibadah lingkar tambang dalam setahun, di luar dana CSR. Ini sering saya sampaikan di Facebook saya,” tegasnya.

Sebagai jurnalis, Hendly memang kerap menjadi sorotan. Banyak yang suka, tak sedikit pula yang sinis. Tak jarang, sikap kritis dan pandangannya memicu perdebatan. Termasuk di kalangan wartawan, perusahaan, pejabat, bahkan di masyarakat.

Baca Juga: Ucapannya Merendahkan Profesi Jurnalis, drg Herry Mulyadi Tulis Permintaan Maaf Terbuka

Namun, di balik berbagai kontroversi yang pernah mengiringinya, banyak orang mengenal Hendly sebagai sosok yang tetap hadir dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Bagi Hendly, kepedulian bukan sekadar rangkaian kata. Itu tak cukup. Kepedulian harus diwujudkan lewat tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *