HUNGARIA – Kemenangan sensasional Marc Marquez di MotoGP Hungaria 2026 ternyata menyimpan kisah perjuangan panjang yang penuh rasa sakit.
Pembalap Ducati itu mengakui bahwa keberhasilannya kembali ke puncak podium di Sirkuit Balaton Park terasa “terlalu mahal” setelah berbulan-bulan berjuang memulihkan cedera bahu serius yang hampir menghancurkan musimnya.
Baca Juga: Tak Perlu Olahraga Berat! Ini 5 Rahasia Turun Berat Badan Tanpa Menyiksa Diri
Marquez akhirnya meraih kemenangan grand prix pertamanya sejak Misano musim lalu sekaligus menuntaskan akhir pekan sempurna setelah sebelumnya memenangkan Sprint Race.
Hasil tersebut menjadi momen emosional bagi juara dunia delapan kali itu setelah melewati masa-masa sulit pasca cedera bahu kanan yang dialaminya di Indonesia dan memaksanya menjalani operasi tambahan akibat komplikasi saraf.
Marc Marquez: Kemenangan Ini Dibayar dengan Banyak Penderitaan
Usai balapan, Marquez tidak menutupi betapa berat perjalanan yang harus ia lalui untuk kembali bersaing di level tertinggi MotoGP.
Baca Juga: Rafael Leao Masuk Radar Atletico Madrid, Diego Simeone Ingin Revolusi Lini Serang
Menurutnya, cedera yang datang setelah menikmati puncak kesuksesan sebagai juara dunia 2025 menjadi pukulan mental yang sangat besar.
“Ini adalah comeback lainnya. Namun comeback ini belum selesai hanya karena kami menang. Saya merasa kemenangan ini terlalu mahal karena sejak Indonesia saya telah banyak menderita,” ungkap Marquez.
Pembalap asal Spanyol itu mengaku sudah memahami sejak 2020 bahwa karier seorang atlet dapat berubah dalam sekejap.
Namun, mengalami cedera berat ketika sedang berada di puncak performa merupakan tantangan yang jauh lebih sulit secara mental dibandingkan secara fisik.
Meski berhasil menang di Hungaria, Marquez menegaskan dirinya masih belum kembali ke performa terbaik.
“Saya merasa masih jauh dari level terbaik saya dan dari cara saya ingin membalap. Namun saya masih cepat. Sekarang saatnya menikmati kemenangan ini,” tambahnya.
Baca Juga: Tur Eksibisi NSL Berakhir Sukses, Ilyas Nawawi Tekankan Semangat Silaturahmi
Duel Sengit Lawan Pedro Acosta Jadi Sorotan
Kemenangan Marquez di Balaton Park tidak diraih dengan mudah. Ia harus bertarung habis-habisan melawan Pedro Acosta dalam duel yang menjadi salah satu tontonan terbaik musim ini.
Kedua pembalap menggunakan strategi ban berbeda. Acosta memilih ban lunak, sementara Marquez bertahan dengan ban medium yang lebih konsisten untuk jarak balapan penuh.
Pertarungan berlangsung sangat ketat dengan beberapa kali kontak ringan di lintasan. Meski begitu, kedua rider tetap menunjukkan respek tinggi satu sama lain.
Baca Juga: Bahunya Tak Lagi Jadi Masalah, Tapi Maverick Vinales Tetap Terjebak di Belakang
“Ketika seorang petarung bertemu petarung lain, maka pertarungan akan terjadi. Kami sempat bersentuhan dua atau tiga kali, tetapi selalu dalam batas yang tepat,” kata Marquez.
Ia bahkan mengakui duel tersebut sangat menguras tenaga, terutama karena kondisi bahunya yang belum pulih sepenuhnya.
“Saat menyalip Acosta, saya menghabiskan banyak energi. Bahu saya terasa kosong. Saya sempat memimpin dan berpikir balapan hampir selesai, tetapi ternyata masih tersisa 10 lap lagi,” ujarnya sambil tertawa.
Baca Juga: Diablo Jadi Senjata Baru Deep Purple Jelang Album Splat!
Cedera Masih Membayangi Performa Marquez
Meski berhasil menang, Marquez mengakui karakteristik Balaton Park cukup membantunya.
Sirkuit dengan dominasi tikungan kiri membuat tekanan terhadap bahu kanannya jauh lebih ringan dibandingkan trek lain yang memiliki banyak pengereman keras di tikungan kanan.
Hal tersebut membuatnya belum bisa memastikan apakah performa impresif di Hungaria dapat berlanjut pada seri-seri berikutnya.
Baca Juga: Bursa Transfer Barcelona Memanas, Cucurella Semakin Dekat ke Camp Nou?
Marquez menilai dua balapan berikutnya di Brno dan Assen akan menjadi indikator penting untuk mengetahui sejauh mana pemulihan fisiknya.
“Saya masih harus mencapai 100 persen kemampuan baru saya. Setelah itu saya baru bisa memahami posisi saya yang sebenarnya,” tegasnya.
Peluang Juara Dunia Masih Dipertanyakan
Kemenangan di Hungaria memang memangkas jarak poin Marquez dengan pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi.
Baca Juga: Tengah Jalani Proses Hukum, Tahanan Perempuan di Sigi Tetap Bisa Menikah
Saat ini ia masih tertinggal 72 poin setelah Bezzecchi gagal finis akibat insiden lap pertama yang melibatkan rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin.
Namun, Marquez memilih merendah dan belum ingin berbicara banyak soal peluang merebut gelar MotoGP 2026.
Menurutnya, performa Ducati dan dirinya sendiri masih belum cukup konsisten untuk benar-benar terlibat dalam perebutan gelar juara dunia.
Baca Juga: Aniaya Tetangganya, Eks Polwan di Sigi Ditetapkan Tersangka
“Kejuaraan masih sangat panjang, tetapi saat ini kami belum berada dalam kondisi terbaik. Sejujurnya saya belum merasa siap untuk bertarung memperebutkan gelar,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa beberapa pekan lalu di Mugello dirinya bahkan tertinggal hingga 10 detik dari pemimpin lomba, sebuah bukti bahwa proses pemulihan masih berlangsung.
Marc Marquez Kini Ingin Menikmati Balapan
Di penghujung wawancara, Marquez mengungkapkan perubahan besar dalam cara pandangnya terhadap balapan. Setelah bertahun-tahun memberi tekanan besar pada dirinya sendiri untuk selalu menang, kini ia ingin lebih menikmati setiap momen di lintasan.
Baca Juga: Balaton Park Jadi Ujian Baru Marc Marquez Setelah Operasi Bahu
“Saya selalu memberikan tekanan besar kepada diri sendiri sepanjang karier saya. Setelah semua yang terjadi, sekarang saya ingin menikmati prosesnya.”
“Saya tetap memiliki intensitas yang sama, tetap ingin bertarung di setiap balapan dan setiap sesi, tetapi saya juga ingin lebih santai terhadap diri sendiri,” tutupnya.***





