SWISS – Mantan pemain Chelsea, Craig Burley, kembali melontarkan kritik tajam terhadap FIFA dan presiden Gianni Infantino di tengah polemik mengenai rencana komersialisasi Piala Dunia FIFA.
Burley menilai masalah yang terjadi di tubuh FIFA bukan sekadar kesalahan manajemen, melainkan bagian dari rencana yang menurutnya berpotensi mengutamakan kepentingan finansial dibandingkan integritas sepak bola.
Baca Juga: Mamala Bertabur Bintang 2026 Diikuti 1.550 Rider, Warda Lepas Peserta
Berbicara dalam program ESPN, Burley bahkan mengaku sulit mengaitkan kata “integritas” dengan FIFA. Ia menilai persoalan tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Setiap kali saya melihat kata FIFA dan integritas, saya tertawa terbahak-bahak. Karena integritas organisasi ini sudah hancur dan sudah hancur sejak lama,” ujar Burley.
Ia kemudian mempertanyakan motif di balik rencana yang berkaitan dengan hak komersial dan investasi Piala Dunia. Menurut Burley, rencana tersebut bukan sesuatu yang terjadi secara tidak sengaja.
Baca Juga: Dramatis! Indonesia Ditahan Imbang Singapura, Tiket Semifinal Piala AFF 2026 Melayang
“Itu bukan kesalahan, kan? Itu adalah rencana. Itu adalah rencana agar orang-orang menghasilkan banyak uang, termasuk Gianni Infantino sendiri,” lanjutnya.
Burley juga menyinggung potensi keuntungan finansial yang dapat diperoleh dari penjualan berbagai hak komersial FIFA.
Puji Luis Figo karena Berani Bersuara
Dalam kritiknya, Burley memberikan apresiasi kepada mantan bintang sepak bola Portugal, Luis Figo, yang sebelumnya ikut menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan Infantino.
Baca Juga: Golkar Morowali Utara Perkuat Mesin Partai hingga Desa untuk Hadapi Pemilu 2029
Burley kemudian mempertanyakan mengapa lebih banyak mantan pemain dan tokoh sepak bola yang pernah bekerja sama dengan FIFA tidak ikut bersuara.
“Dan saya melihat Luis Figo muncul beberapa hari yang lalu dan mengecamnya. Di mana semua mantan pemain lain yang dibayar oleh FIFA? Angkat kepala kalian,” kata Burley.
Ia meminta para mantan pemain tersebut tidak hanya diam dan menunggu kontroversi mereda.
Baca Juga: Kejati Sulteng Tetapkan Eks Kepala Bapenda Donggala sebagai Tersangka Korupsi
“Berhentilah bersembunyi di balik sofa sampai masalah ini hilang. Masalah ini tidak akan hilang,” tegasnya.
Burley bahkan secara khusus menyebut nama Arsene Wenger. Mantan manajer Arsenal tersebut saat ini memiliki peran di FIFA dan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan sepak bola global.
“Dan Arsene Wenger, ada satu lagi. Di mana dia? Di mana Arsene Wenger? Dia tahu ini salah,” ujar Burley.
Baca Juga: Transfer Fantastis, Real Madrid Jadikan Yan Diomande Pemain Afrika Termahal Dunia
Polemik Rencana Komersialisasi Piala Dunia
Kritik tersebut muncul setelah adanya kontroversi terkait rencana investasi dan komersialisasi yang dikaitkan dengan Piala Dunia FIFA.
Rencana tersebut memicu kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi perubahan dalam pengelolaan aset dan hak komersial turnamen terbesar sepak bola dunia.
Sejumlah asosiasi sepak bola juga dilaporkan mengambil jarak dari rencana tersebut setelah muncul reaksi publik.
Baca Juga: Membludak, Ngopi Kerukunan FKUB Sulteng dan WVI Satukan Tokoh Lintas Sektor
Pada akhirnya, Gianni Infantino membatalkan rencana untuk menjual saham terkait Piala Dunia FIFA setelah menghadapi gelombang kritik.
Bagi Burley, keputusan tersebut tidak mengakhiri persoalan. Ia justru meminta para pemain terkenal dan tokoh sepak bola yang memiliki pengaruh besar menggunakan suara mereka untuk mempertanyakan arah FIFA.
Kontroversi ini kembali menempatkan kepemimpinan Infantino dalam sorotan sekaligus memunculkan perdebatan lebih luas mengenai transparansi, kepentingan komersial, dan integritas dalam pengelolaan sepak bola dunia.
Polemik yang melibatkan FIFA dan Gianni Infantino belum sepenuhnya mereda. Kritik Craig Burley menambah tekanan terhadap kepemimpinan FIFA, sementara desakan agar para pemain dan tokoh besar sepak bola ikut bersuara berpotensi membuat isu ini terus menjadi perhatian publik.***





