Membludak, Ngopi Kerukunan FKUB Sulteng dan WVI Satukan Tokoh Lintas Sektor

Membludak, Ngopi Kerukunan FKUB Sulteng dan WVI Satukan Tokoh Lintas Sektor
Ketua FKUB Sulteng, Prof Zainal Abidin (tengah), bersama eks Gubernur Sulteng Rusdy Mastura dan jajaran WVI saat ngopi bersama di Palu. (Foto: IST).

PALU – Program Ngopi (Ngobrol Pintar) Kerukunan yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah kembali menarik perhatian masyarakat.

Berkolaborasi dengan Wahana Visi Indonesia (WVI), kegiatan yang digelar di Warkop Tjik Vera, Jalan Agus Salim, Kota Palu, dipadati peserta hingga meluber ke area luar kafe.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Janji Gavi Terbayar! Spanyol Juara Dunia, Penampilan Barunya Jadi Sorotan

Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap forum dialog yang dikemas santai, namun sarat edukasi mengenai moderasi beragama, toleransi, dan penguatan persaudaraan di tengah keberagaman.

Diskusi dipandu oleh Srikandi FKUB Sulawesi Tengah, Endang Susan, dengan menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang pemerintahan, akademisi, organisasi masyarakat, hingga aparat keamanan.

Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., menegaskan bahwa tujuan utama agama diturunkan adalah untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan saling menghormati antarsesama manusia.

Baca Juga: Ketua MUI Palu Kupas Buku KH. Ma’ruf Amin, Tekankan Fondasi Intelektual Nahdlatul Ulama

Menurutnya, ajaran agama tidak seharusnya dijadikan alasan untuk membenci maupun mengintimidasi kelompok lain hanya karena perbedaan keyakinan.

“Saya pernah berkata, Tuhan dan agama itu tidak perlu dibela. Tuhan menurunkan agama supaya kita membela manusia,” ujar Prof. Zainal Abidin.

Guru Besar UIN Datokarama Palu tersebut juga mengkritisi fenomena sebagian pihak yang mengatasnamakan pembelaan terhadap agama, namun justru mengabaikan nilai-nilai universal yang diajarkan setiap agama, seperti kemanusiaan, keadilan, kasih sayang, kepedulian sosial, dan sikap saling menghormati.

Baca Juga: Rumor Oasis Kembali ke Knebworth Menguat, Promotor Resmi Kantongi Izin Konser

“Kita akan terus sosialisasikan pemahaman moderasi beragama ini supaya kerukunan dan kedamaian betul-betul dapat tercipta dan senantiasa terjaga di Provinsi Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran mantan Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, yang berbagi pengalaman membangun hubungan lintas agama selama perjalanan kepemimpinannya.

Tokoh yang akrab disapa Cudy itu menegaskan bahwa persaudaraan dapat dibangun melalui niat yang tulus tanpa harus mencampuradukkan keyakinan masing-masing.

Baca Juga: Prediksi Singapura vs Indonesia: Laga Hidup Mati Garuda, Menang atau Tersingkir!

“Mari kita ke depan, pemahaman yang harus dipahami bersama ialah kemanusiaan itu di atas segala-galanya. Agama ini menuntun kita untuk memanusiakan manusia lainnya meskipun berbeda keyakinan,” ujar Rusdy Mastura.

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi FKUB Sulawesi Tengah dalam menghadirkan program-program yang memperkuat kerukunan umat beragama.

Ia bahkan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan kepengurusan FKUB hingga tingkat kecamatan di seluruh Kabupaten Parigi Moutong.

Baca Juga: Bukan Cuma Kopi, Ini 5 Penyebab Gigi Bernoda yang Sering Tidak Disadari

“Kami melihat FKUB ini sangat positif kegiatan-kegiatannya. Sehingga kami mendukung pembentukan FKUB di semua kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong,” ungkap Abdul Sahid.

Sementara itu, Team Leader Project Inclusion Sulawesi Tengah Wahana Visi Indonesia, Kristian Edi Suseno, memaparkan berbagai program WVI yang difokuskan pada isu lingkungan, perlindungan anak, pemberdayaan kelompok rentan, serta penguatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah dalam satu dekade mendatang.

Forum kemudian ditutup dengan sesi dialog interaktif yang membahas tantangan moderasi beragama dan kehidupan masyarakat yang semakin majemuk.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dirbinmas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Sirajuddin Ramly, Ketua PSMTI Wijaya Chandra, Wakil Rektor UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Hamlan, unsur Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah, Kesbangpol Kota Palu, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *