SWISS – Gelombang kritik terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terus bermunculan menyusul kontroversi rencana penjualan saham minoritas Piala Dunia FIFA kepada investor swasta.
Kali ini, desakan agar Infantino mundur datang dari mantan striker Timnas Skotlandia yang kini menjadi komentator sepak bola, Alan Brazil.
Baca Juga: Astamaops Polri Kunjungi Polda Sulteng, Kapolda Nasri Sambut Langsung di Bandara
Menurut Alan Brazil, kepemimpinan Infantino telah memicu kontroversi yang berpotensi merusak citra FIFA. Ia menilai Presiden FIFA tersebut harus bertanggung jawab atas polemik yang muncul setelah gagalnya proyek yang sempat mengundang penolakan dari berbagai pihak.
Rencana yang sebelumnya diperkenalkan Infantino bertujuan menarik investor jangka panjang untuk mendukung penyelenggaraan turnamen-turnamen besar FIFA, termasuk Piala Dunia.
Sebagai bagian dari proposal itu, setiap 211 asosiasi anggota FIFA disebut akan menerima pembagian dana hingga 40 juta dolar AS.
Baca Juga: Gianni Infantino Disorot, Sekjen FIFA Ambil Langkah Menenangkan Internal Organisasi
Namun, usulan tersebut memicu kekhawatiran karena dinilai berpotensi membuka jalan bagi kepentingan komersial yang lebih besar dalam pengelolaan sepak bola dunia.
Penolakan pun datang dari sejumlah konfederasi dan pemangku kepentingan hingga akhirnya rencana tersebut dibatalkan.
Di tengah polemik tersebut, Alan Brazil melontarkan kritik keras terhadap Infantino.
Baca Juga: Aktivis 98 Diperiksa Sembilan Jam di Mabes Polri, Dorong Legalitas Pertambangan Rakyat di Poboya
“Dia harus pergi. Dia pikir dia Yesus! Menganggap dirinya tak tersentuh,” kata Alan Brazil, seperti dikutip talkSPORT.
Pernyataan itu semakin menambah tekanan terhadap Infantino, yang kini menghadapi sorotan menjelang agenda pemilihan Presiden FIFA berikutnya.
Kontroversi ini muncul tidak lama setelah berakhirnya Piala Dunia FIFA 2026, turnamen pertama yang diikuti 48 negara peserta dan digelar di tiga negara tuan rumah.
Baca Juga: BASARNAS Temukan Karyawan PT UKK yang Hilang di Morowali Utara dalam Kondisi Meninggal
Beberapa hari setelah kompetisi berakhir, Infantino sempat mengunggah pesan panjang di media sosial yang membela penyelenggaraan turnamen.
Ia menyebut Piala Dunia 2026 sebagai sebuah kesuksesan dan mengkritik pihak-pihak yang dinilainya hanya menyoroti sisi negatif penyelenggaraan kompetisi.
Meski demikian, perdebatan mengenai arah kebijakan FIFA masih terus berlangsung. Sejumlah pihak menilai organisasi sepak bola dunia tersebut perlu menjaga keseimbangan antara pengembangan finansial dan prinsip tata kelola yang transparan.
Baca Juga: Kapolda Sulteng Serahkan Penghargaan Kapolri, Tiga Polres Raih Predikat Pelayanan Prima
Dengan kritik yang terus berdatangan dari berbagai kalangan, masa depan kepemimpinan Gianni Infantino kini menjadi salah satu isu terbesar di dunia sepak bola.
Perkembangan situasi dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan akan sangat menentukan arah FIFA menjelang pemilihan presiden berikutnya.***





