Paralayang Internasional IPXC 2026 Angkat Nama Sulawesi Tengah di Dunia

Paralayang Internasional IPXC 2026 Angkat Nama Sulawesi Tengah di Dunia

PALU – Prestasi olahraga dirgantara di Sulawesi Tengah terus menunjukkan tren positif. Hal ini ditandai dengan digelarnya Kejuaraan Paralayang Internasional Gubernur Cup International Paragliding Cross Country (IPXC) 1st Series Salena 2026 yang kian mengukuhkan posisi daerah ini di panggung global.

Kejuaraan yang berlangsung di Bukit Salena secara resmi dibuka pada Sabtu (25/4/2026). Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulteng, Moh Husain Pakaya, menegaskan pentingnya ajang ini bagi perkembangan olahraga paralayang di daerah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Warga Kawal Tahap Awal AMDAL PT BTIIG, Desak Isu Lokal Masuk Kerangka Acuan

Dalam sambutan tertulisnya, gubernur menyampaikan bahwa paralayang terus berkembang pesat di Indonesia, terutama di wilayah dengan karakter geografis seperti Sulawesi Tengah yang memiliki pegunungan dan tebing curam yang ideal untuk olahraga dirgantara.

Menurutnya, pelaksanaan IPXC 1st Series Salena 2026 menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Sulawesi Tengah dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan paralayang berskala internasional.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Sulawesi Tengah, khususnya Puncak Salena, sebagai destinasi olahraga dirgantara bertaraf internasional,” demikian isi sambutan tersebut.

Baca Juga: April 2026, Jumlah Warga Sulteng Berobat Gratis via Berani Sehat 164.627 Orang

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menyebut event ini sebagai bukti bahwa atlet paralayang daerah mampu bersaing di tingkat internasional.

Ia juga menyoroti capaian prestasi sebelumnya, di mana Sulawesi Tengah berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional 2024, dan menargetkan peningkatan prestasi pada PON 2028 mendatang.

“Paralayang kini menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Sulawesi Tengah. Ke depan, kami optimistis prestasi akan terus meningkat dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat dunia,” ujarnya.

Baca Juga: Ringo Starr Soroti Kebangkitan Musik Country dan Pengaruhnya pada The Beatles

Kejuaraan ini diikuti 74 peserta, termasuk atlet mancanegara dari tujuh negara seperti Singapura, China, Taiwan, Korea Selatan, Australia, dan Vietnam, serta peserta dari 11 provinsi di Indonesia.

Kehadiran para atlet internasional ini diyakini semakin memperkuat promosi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor sport tourism.

Ketua Paralayang Pusat Indonesia, Asgaf Umar, menjelaskan bahwa ajang ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding atlet lokal.

Baca Juga: Kapolda Sulteng Kunjungi Morut, Salurkan Bansos dan Resmikan Fasilitas Olahraga

“Selain meningkatkan prestasi, kejuaraan ini juga memperkuat promosi pariwisata dirgantara di kawasan Salena,” ujarnya.

Melalui kejuaraan internasional ini, Sulawesi Tengah tidak hanya mempertegas eksistensinya dalam olahraga paralayang, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism yang semakin diperhitungkan di tingkat global.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *