SWISS – FIFA mengeluarkan pernyataan tegas untuk membela Presiden Gianni Infantino di tengah meningkatnya sorotan terhadap kepemimpinannya.
Badan sepak bola dunia tersebut menilai terdapat upaya terkoordinasi untuk melemahkan FIFA dan mandat Infantino sebagai presiden.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-5 Habib Saggaf, Anwar Hafid Kenang Pesan Sang Ulama
Sorotan terhadap Infantino meningkat setelah munculnya proposal FIFA Forward Enterprise. Rencana tersebut disebut membuka peluang bagi investor swasta untuk memiliki saham minoritas dalam sejumlah kegiatan komersial FIFA, termasuk penyelenggaraan Piala Dunia dan berbagai turnamen besar lainnya.
Proposal tersebut kemudian menghadapi penolakan dari sejumlah federasi sepak bola, terutama UEFA. Di tengah kontroversi itu, rencana FIFA Forward Enterprise dilaporkan telah ditangguhkan.
Sejumlah asosiasi sepak bola juga menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan Infantino. Norwegia bahkan disebut meminta presiden FIFA tersebut mempertimbangkan pengunduran dirinya.
Baca Juga: Bernardo Silva Jadi Sorotan, Mourinho Sebut Kebugarannya Belum Ideal di Real Madrid
Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016 dan dijadwalkan mengikuti proses pemilihan kembali pada Maret mendatang.
Di tengah berbagai tekanan tersebut, FIFA mengeluarkan pembelaan terhadap Infantino sekaligus memberikan respons keras kepada pihak-pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan atau informasi yang tidak akurat.
“Semakin jelas terlihat bahwa ada upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari beberapa pihak untuk melemahkan FIFA dan Presidennya,” demikian pernyataan FIFA seperti dilaporkan Sport Bible.
Baca Juga: Bhayangkara Poso Overland 2026: 17 Tim Jelajahi Poso Sambil Membawa Misi Sosial
FIFA menegaskan bahwa pihak yang tidak memperoleh dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai tujuan melalui tuduhan, sindiran maupun informasi yang dinilai keliru.
“Pemberitaan baru-baru ini mencakup pernyataan yang tidak berdasar dan klaim yang terbukti salah mengenai FIFA dan Presidennya. Spekulasi dan sindiran tidak boleh disajikan sebagai fakta, dan pengulangan tidak membuat suatu tuduhan menjadi benar,” lanjut pernyataan tersebut.
FIFA juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan terhadap kebijakan dan perubahan yang dilakukan organisasi tidak semestinya digunakan untuk mempertanyakan mandat demokratis seorang presiden yang telah terpilih.
Baca Juga: Dokumenter Baru Travis Barker Ungkap Perjuangan Hidup yang Hampir Menghancurkannya
“Perubahan pasti menantang kepentingan yang sudah mapan, tetapi ketidaksepakatan dengan perubahan tersebut tidak dapat membenarkan upaya untuk melemahkan mandat demokratis Presiden FIFA atau lembaga yang ia pimpin setelah terpilih. FIFA menyambut baik pengawasan yang sah,” kata FIFA.
Namun, organisasi tersebut memberikan batasan terhadap bentuk pengawasan yang dianggap sah.
“Namun, pengawasan bukanlah izin untuk memutarbalikkan fakta, memperkuat tuduhan yang tidak berdasar, atau menciptakan pengalihan perhatian yang dirancang untuk merusak kemajuan. Jika pemberitaan tidak akurat atau menyesatkan, FIFA akan menantangnya secara langsung dan tegas. Tanggung jawab FIFA adalah kepada 211 Asosiasi Anggotanya dan kepada sepak bola di seluruh dunia,” sambung pernyataan tersebut.
Baca Juga: Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun, Dunia Sepak Bola Berduka
Pernyataan FIFA muncul setelah sejumlah laporan media menyoroti kehidupan pribadi dan profesional Infantino.
Pada Jumat (7/8/2026), The Telegraph melaporkan dugaan hubungan Infantino dengan seorang karyawan ketika dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA. Laporan tersebut juga menyebut adanya pembayaran pesangon kepada perempuan yang disebut dalam laporan tersebut.
Infantino telah membantah tuduhan tersebut. Dengan demikian, klaim mengenai dugaan hubungan pribadi dan pembayaran pesangon tersebut masih menjadi bagian dari pemberitaan yang diperdebatkan dan tidak dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti.
Baca Juga: Color Mamala Run 2026 di Kolonodale, Diramaikan 1.000 Lebih Peserta
Di tengah kontroversi yang berkembang, FIFA memilih memberikan dukungan terbuka kepada Infantino dan menegaskan komitmennya untuk melawan informasi yang dianggap tidak akurat.
Situasi tersebut menambah tekanan terhadap FIFA menjelang proses pemilihan kembali presiden organisasi pada Maret mendatang, sekaligus menempatkan kepemimpinan Infantino dalam sorotan menjelang agenda besar sepak bola dunia berikutnya.***





