Federasi Sepak Bola Norwegia Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

Federasi Sepak Bola Norwegia Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA
Kontroversi FIFA meledak, Federasi Norwegia pertanyakan kepemimpinan Gianni Infantino (instagram/@gianni_infantino)

NORWEGIA – Tekanan terhadap Gianni Infantino semakin besar. Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) secara terbuka menyerukan agar Presiden FIFA tersebut meninggalkan jabatannya di tengah meningkatnya kontroversi mengenai rencana penjualan klub.

Presiden NFF, Lise Klaveness, menyampaikan sikap tersebut pada Jumat. Ia menilai Infantino sudah kehilangan kepercayaan institusional yang diperlukan untuk memimpin FIFA secara stabil dalam situasi yang penuh tekanan.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Bhayangkara Tadulako Offroad Jelajahi Poso: Padukan Otomotif, Nasionalisme dan Wisata

“Dia tidak memiliki kepercayaan institusional yang dibutuhkan untuk memimpin FIFA secara stabil di masa-masa sekarang ini,” ujar Klaveness.

Menurut Klaveness, tidak ada lagi jalan bagi Infantino untuk memperbaiki situasi. Ia bahkan meminta sang presiden FIFA mengundurkan diri sesegera mungkin demi menjaga hubungan dan kerja sama sepak bola internasional.

“Tidak ada jalan kembali bagi Gianni Infantino. Kerja sama sepak bola internasional sedang dalam masalah besar, dan kita harus memiliki alasan untuk bersatu sekarang,” tegasnya.

Baca Juga: Mantan Bintang Chelsea Murka kepada FIFA, Gianni Infantino Jadi Sasaran Kritik Pedas

“Kami ingin meminta presiden FIFA untuk mengundurkan diri sekarang.”

Norwegia Tunggu Dukungan Negara Lain
Sikap Norwegia tersebut berpotensi membuka babak baru dalam konflik antara sejumlah federasi nasional dan kepemimpinan FIFA.

UEFA, konfederasi tempat Norwegia bernaung, disebut menjadi salah satu pihak yang paling vokal dalam menyuarakan penolakan terhadap rencana kontroversial yang dikaitkan dengan FIFA.

Baca Juga: Mamala Bertabur Bintang 2026 Diikuti 1.550 Rider, Warda Lepas Peserta

Klaveness mengatakan pihaknya akan melihat apakah federasi dari negara lain akan mengambil sikap serupa. Namun, NFF tidak berniat meminta digelarnya pertemuan luar biasa dewan UEFA.

“Kita akan lihat negara mana lagi yang akhirnya bergabung jika itu menjadi strategi dari dewan UEFA,” kata Klaveness.

“Kami tidak akan meminta pertemuan luar biasa dewan UEFA. Kami akan memintanya untuk mengundurkan diri dalam dialog kami dengan FIFA.”

Baca Juga: Dramatis! Indonesia Ditahan Imbang Singapura, Tiket Semifinal Piala AFF 2026 Melayang

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Norwegia memilih menggunakan jalur dialog langsung dengan FIFA sembari menunggu perkembangan sikap dari federasi sepak bola negara lain.

Klaveness Soroti Sejumlah Keputusan Infantino
Klaveness juga menyoroti sejumlah keputusan kontroversial selama masa kepemimpinan Infantino sebagai Presiden FIFA.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah keputusan FIFA memberikan FIFA Peace Prize kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga: Golkar Morowali Utara Perkuat Mesin Partai hingga Desa untuk Hadapi Pemilu 2029

Selain itu, Klaveness juga mempertanyakan keputusan terkait pencabutan larangan terhadap penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Menurut Klaveness, berbagai keputusan tersebut menjadi bagian dari alasan mengapa kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino semakin dipertanyakan.

Seruan pengunduran diri dari Norwegia kini menambah tekanan terhadap Infantino. Jika semakin banyak federasi nasional mengikuti langkah NFF, posisi presiden FIFA tersebut berpotensi menghadapi tantangan politik yang lebih serius.

Baca Juga: Kejati Sulteng Tetapkan Eks Kepala Bapenda Donggala sebagai Tersangka Korupsi

Kontroversi ini juga menjadi ujian bagi hubungan antara FIFA, UEFA, dan federasi-federasi nasional yang selama ini menjadi bagian penting dalam struktur sepak bola internasional.

Seruan Lise Klaveness menjadi salah satu kritik paling terbuka terhadap Gianni Infantino dari federasi anggota UEFA. Kini perhatian tertuju pada respons FIFA dan kemungkinan apakah federasi sepak bola negara lain akan mengikuti langkah Norwegia untuk mendesak perubahan di pucuk pimpinan sepak bola dunia.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *