AMERIKA – Bintang pop dunia Ariana Grande, melontarkan kritik keras kepada Gedung Putih setelah salah satu lagunya digunakan dalam video promosi yang menampilkan operasi penegakan imigrasi oleh Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE).
Kontroversi ini bermula ketika akun resmi Gedung Putih mengunggah video di TikTok yang memperlihatkan agen ICE memborgol sejumlah orang, memasukkan mereka ke kendaraan, dan melakukan penahanan terhadap individu yang diduga melanggar aturan imigrasi.
Baca Juga: Persiapan Pilgub? Tinggalkan Hanura, Hadianto Dikabarkan Gabung Partai Mantan Gubernur Sulteng
Video tersebut diiringi lagu “Bye”, salah satu trek dari album terbaru Grande, yang dirilis pada 2024. Dalam unggahan tersebut, pihak Gedung Putih menuliskan keterangan: “Selamat tinggal. Presiden Trump telah mewujudkan perbatasan teraman dalam sejarah.”
Unggahan itu dengan cepat menarik perhatian publik dan telah ditonton ratusan ribu kali serta memperoleh puluhan ribu tanda suka di TikTok.
Namun, penggunaan lagu tersebut rupanya tidak mendapat restu dari Grande. Pelantun “We Can’t Be Friends” itu langsung memberikan komentar di unggahan tersebut dan secara terbuka mengecam penggunaan musiknya.
Baca Juga: Generasi Keempat Hyundai i20 Meluncur, Interior Digital dan Mesin Turbo Jadi Andalan
“Tolong jangan gunakan musik saya terkait dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini,” tulis Grande.
Komentar pedas tersebut langsung menjadi viral dan memicu perdebatan luas di media sosial mengenai penggunaan karya musik dalam konten politik maupun kebijakan pemerintah.
Gedung Putih Balas Kritik Ariana Grande
Menanggapi pernyataan sang penyanyi, Juru Bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, memberikan respons yang tak kalah tegas.
Baca Juga: Edukasi Lingkungan Sejak Dini, 50 Pelajar SD Tanam Ribuan Mangrove di Oncone Raya
Menurut Jackson, yang dianggap tidak manusiawi justru adalah tindakan sejumlah imigran ilegal yang terlibat dalam tindak kriminal terhadap warga Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut semakin memperpanjang polemik antara kubu pemerintahan dan para kritikus kebijakan imigrasi yang diterapkan Presiden AS.
Tak lama setelah kontroversi mencuat, lagu “Bye” dilaporkan telah dihapus dari video tersebut.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! 9 Makanan Ini Paling Sering Menjadi Sumber Infeksi Listeria
Ariana Grande dan Kritik terhadap Pemerintahan Trump
Ini bukan kali pertama Grande secara terbuka mengkritik pemerintahan Trump. Pada masa kampanye dan menjelang pemilu AS sebelumnya, penyanyi berusia 33 tahun itu beberapa kali menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan penggerebekan ICE serta isu-isu yang berkaitan dengan hak kelompok transgender.
Gedung Putih saat itu juga sempat membalas kritik Grande melalui Wakil Sekretaris Pers Kush Desai yang menyebut penyanyi tersebut tidak memahami sejumlah kebijakan ekonomi pemerintahan Trump.
Dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024, Grande diketahui secara terbuka mendukung kandidat Partai Demokrat, Kamala Harris.
Baca Juga: Ketua DPRD Morut Buka Turnamen Domino Pas-Pas, Dukung Kebersamaan Komunitas Ojek
Setelah Trump memenangkan pemilu dan kembali menduduki kursi Presiden AS, Grande sempat menyampaikan pesan solidaritas kepada masyarakat yang merasa terpukul atas hasil pemilu tersebut.
Kontroversi Lama soal Musik dan Politik Kembali Muncul
Kasus Ariana Grande menambah panjang daftar musisi yang menolak karya mereka digunakan untuk kepentingan politik tanpa persetujuan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah artis ternama juga pernah memprotes penggunaan lagu mereka dalam kampanye politik maupun konten pemerintahan karena dianggap bertentangan dengan nilai dan pandangan pribadi mereka.
Baca Juga: Blink-182 Rayakan 25 Tahun Album Ikonik dengan Vinyl Eksklusif dan Lagu Rahasia
Bagi Grande, penggunaan lagu “Bye” dalam video operasi penegakan imigrasi dianggap tidak sejalan dengan pesan kemanusiaan yang ia yakini.
Sementara itu, perdebatan mengenai kebijakan perbatasan dan imigrasi di Amerika Serikat diperkirakan akan terus menjadi isu panas yang membelah opini publik.***





