Gianni Infantino Nyaris Kantongi Gaji Fantastis, Hampir Lampaui Atlet Termahal Dunia

Gianni Infantino Nyaris Kantongi Gaji Fantastis, Hampir Lampaui Atlet Termahal Dunia
Kontroversi FIFA berujung batal, Gianni Infantino kehilangan peluang gaji selangit (instagram/@gianni_infantino)

AMERIKA – Nama Gianni Infantino kembali menjadi sorotan dunia olahraga. Presiden FIFA itu disebut nyaris menjadi salah satu eksekutif olahraga dengan bayaran tertinggi di dunia apabila proyek kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE) berhasil direalisasikan.

Laporan media Inggris menyebut Infantino berpotensi menerima gaji hingga 64 juta dolar AS per tahun setelah masa jabatannya sebagai Presiden FIFA berakhir.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Soal Warung Makan Nonhalal di Tondo, MUI Palu Tekankan Ketertiban dan Toleransi

Nilai tersebut muncul dari rencana penunjukannya sebagai komisaris FIFA Forward Enterprise, anak perusahaan yang dirancang untuk mengelola hak komersial Piala Dunia FIFA dan berbagai turnamen internasional lainnya.

Nominal fantastis itu langsung memicu perhatian publik karena jauh melampaui pendapatan tahunan sejumlah atlet elite dunia.

Jika skema tersebut terealisasi, Infantino diperkirakan akan memperoleh penghasilan lebih besar dibandingkan bintang Manchester City, Erling Haaland, juara dunia Formula 1 Lewis Hamilton, megabintang NBA Stephen Curry, hingga quarterback Kansas City Chiefs, Patrick Mahomes.

Baca Juga: Indonesia Dibantai Vietnam 0-3, Peluang Garuda ke Semifinal Piala AFF 2026 Belum Aman

Berdasarkan berbagai laporan keuangan, Haaland memperoleh sekitar 61 juta dolar AS per tahun termasuk bonus. Hamilton menerima sekitar 60 juta dolar AS, sementara Curry diperkirakan memperoleh 62 juta dolar AS pada musim mendatang. Adapun Mahomes dijadwalkan menerima sekitar 64 juta dolar AS mulai tahun 2027.

Sebelum muncul rencana tersebut, Infantino diketahui menerima gaji pokok sekitar 3,3 juta dolar AS per tahun sebagai Presiden FIFA. Setelah bonus tahunan diperhitungkan, total penghasilannya bahkan disebut hampir dua kali lipat dari angka tersebut.

Proyek FIFA Forward Enterprise sendiri sempat diperkenalkan sebagai perusahaan bernilai sekitar 20 miliar dolar AS yang akan menangani seluruh aktivitas komersial Piala Dunia FIFA dan kompetisi internasional lainnya.

Baca Juga: Polisi dan TNI Gerebek Tiga Arena Sabung Ayam di Morowali, Pelaku Kabur

Namun, rencana itu memicu gelombang penolakan dari berbagai asosiasi sepak bola dunia. Sejumlah konfederasi dikabarkan mengancam memboikot proposal tersebut karena dinilai berpotensi mengubah tata kelola FIFA dan membuka ruang bagi kepentingan bisnis yang terlalu besar dalam sepak bola internasional.

Di tengah tekanan yang terus meningkat, Gianni Infantino akhirnya memutuskan membatalkan proposal FIFA Forward Enterprise.

Keputusan itu diambil setelah mendengarkan masukan dari berbagai asosiasi anggota FIFA yang menilai proyek tersebut justru menimbulkan perpecahan.

Baca Juga: UEFA Tak Lagi Percaya pada Gianni Infantino, Masa Depan FIFA Dipertanyakan

Dengan dibatalkannya proyek tersebut, peluang Infantino memperoleh gaji fantastis sebagai komisaris FFE otomatis ikut menghilang. Meski demikian, polemik ini kembali memunculkan perdebatan mengenai arah tata kelola FIFA serta besarnya nilai bisnis di balik penyelenggaraan Piala Dunia.

Meski rencana FIFA Forward Enterprise resmi dibatalkan, kontroversi yang mengiringinya diperkirakan masih akan menjadi perbincangan di dunia sepak bola. Isu mengenai transparansi, tata kelola, dan masa depan bisnis Piala Dunia kini menjadi perhatian besar berbagai federasi sepak bola dunia.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *