EROPA – Ketegangan antara UEFA dan FIFA memasuki babak baru. Meski Gianni Infantino telah membatalkan proposal kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE), badan sepak bola Eropa itu tetap mempertimbangkan langkah hukum terhadap Presiden FIFA terkait proses penyusunan proyek tersebut.
Menurut laporan Telegraph Sport, UEFA telah mengirimkan surat resmi kepada Gianni Infantino dan FIFA yang berisi peringatan agar seluruh dokumen, data, serta informasi elektronik yang berkaitan dengan proyek investasi Piala Dunia FIFA tidak dihapus maupun dimusnahkan.
Baca Juga: Terungkap! Di Balik Kesuksesan Album Iowa, Slipknot Hampir Mengakhiri Perjalanan Mereka
Langkah tersebut menunjukkan bahwa UEFA masih membuka kemungkinan membawa persoalan ini ke jalur hukum maupun arbitrase, meski proposal FFE telah resmi dibatalkan.
Dalam surat tersebut, UEFA menegaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan berbagai opsi hukum yang berkaitan dengan proyek investasi tersebut.
“UEFA dengan ini memberikan pemberitahuan resmi bahwa pihaknya secara aktif mempertimbangkan tindakan hukum, arbitrase, dan/atau pengaduan regulasi yang timbul dari dan berkaitan dengan rencana FIFA Forward Enterprise yang diusulkan FIFA,” demikian isi surat yang dikutip dari laporan tersebut.
Baca Juga: Gianni Infantino Nyaris Kantongi Gaji Fantastis, Hampir Lampaui Atlet Termahal Dunia
UEFA juga meminta FIFA segera mengamankan seluruh dokumen fisik maupun digital yang berkaitan dengan proyek tersebut. Menurut badan sepak bola Eropa itu, kewajiban menyimpan dokumen tetap berlaku meskipun terdapat kebijakan internal mengenai penghapusan atau pemusnahan arsip.
“Anda dan FIFA diwajibkan segera mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi, menemukan, dan menyimpan seluruh dokumen serta informasi elektronik yang berada dalam kepemilikan, pengawasan, atau kendali Anda maupun FIFA,” tulis UEFA dalam suratnya.
Konflik ini bermula setelah Gianni Infantino mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise, perusahaan bernilai sekitar 20 miliar dolar AS yang dirancang untuk mengelola hak komersial Piala Dunia FIFA dan sejumlah kompetisi internasional lainnya.
Baca Juga: Soal Warung Makan Nonhalal di Tondo, MUI Palu Tekankan Ketertiban dan Toleransi
Proposal tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai konfederasi, termasuk UEFA, yang menilai proyek itu berpotensi mengubah tata kelola FIFA serta membuka peluang masuknya kepentingan bisnis yang terlalu besar dalam pengelolaan sepak bola dunia.
Tekanan dari berbagai asosiasi akhirnya membuat Infantino membatalkan proyek tersebut. Meski demikian, keputusan itu tampaknya belum cukup meredakan ketegangan.
Sebelumnya, UEFA juga secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA saat ini. Organisasi tersebut menilai Gianni Infantino gagal memenuhi sejumlah komitmen yang pernah disampaikan kepada para anggota.
Baca Juga: Indonesia Dibantai Vietnam 0-3, Peluang Garuda ke Semifinal Piala AFF 2026 Belum Aman
Kini, perhatian dunia sepak bola tertuju pada langkah lanjutan UEFA. Jika proses hukum benar-benar ditempuh, polemik seputar FIFA Forward Enterprise berpotensi menjadi salah satu konflik terbesar dalam sejarah hubungan antara UEFA dan FIFA.
Walaupun proposal investasi Piala Dunia FIFA telah dibatalkan, perselisihan antara UEFA dan FIFA belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ancaman proses hukum dari UEFA bisa menjadi babak baru yang semakin memperpanjang polemik di tubuh sepak bola internasional.***





