ROMA – Paolo Maldini mengungkap fakta mengejutkan mengenai proses pencarian pelatih Timnas Italia.
Pep Guardiola ternyata sempat berada di ambang kesepakatan untuk menangani Gli Azzurri sebelum akhirnya memilih menolak tawaran tersebut dan mengambil waktu istirahat dari dunia kepelatihan.
Baca Juga: Cegah Inflasi, Wagub Reny dan Bupati Tolitoli Cek Harga Bahan Pokok, Ini Hasilnya
Guardiola disebut menjadi salah satu kandidat utama Italia setelah menjalani periode panjang dan penuh tekanan bersama Manchester City. Pelatih asal Spanyol itu menghabiskan satu dekade di Liga Premier sebelum akhirnya meninggalkan klub Inggris tersebut.
Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, Maldini mengungkap bahwa pembicaraan dengan Guardiola berlangsung sangat serius.
Bahkan, Maldini bersama pihak Italia disebut sempat mengunjungi Guardiola di Barcelona untuk membicarakan proyek Timnas Italia secara langsung.
Baca Juga: FIFA Lawan Tuduhan terhadap Gianni Infantino, Sebut Ada Upaya Melemahkan Organisasi
Menurut Maldini, Guardiola menunjukkan ketertarikan besar terhadap tawaran tersebut. Pembicaraan bahkan berkembang hingga membahas komposisi pemain dan formasi yang akan digunakan jika dirinya menangani Gli Azzurri.
“Dia pernah menyampaikan idenya untuk melatih tim nasional kepada beberapa temannya. Kami mengunjunginya di Barcelona, kami makan siang bersama, kami mengobrol seharian penuh. Dia sangat tertarik. Dia hampir menerima tawaran itu. Dia bahkan mulai menuliskan formasi di selembar kertas,” ujar Maldini.
Namun, kesepakatan tersebut akhirnya tidak pernah ditandatangani. Maldini menjelaskan bahwa Guardiola memilih beristirahat setelah menjalani periode panjang dan melelahkan sebagai pelatih Manchester City.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-5 Habib Saggaf, Anwar Hafid Kenang Pesan Sang Ulama
Guardiola juga disebut baru menjalani operasi punggung sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk memulihkan kondisi dan menjauh sementara dari tekanan pekerjaan di pinggir lapangan.
“Karena kelelahan [dia menolak kesepakatan]. Guardiola baru saja menyelesaikan 10 tahun yang melelahkan di Liga Premier. Dia baru saja menjalani operasi punggung, dia ingin beristirahat. Tapi itu adalah diskusi yang sangat serius, kami mempelajari skuad dari U17 ke atas,” kata Maldini.
Menariknya, Italia tidak hanya mendekati Guardiola. Setelah pelatih asal Spanyol tersebut memilih tidak mengambil pekerjaan itu, Maldini mengungkap bahwa pihaknya juga menghubungi Carlo Ancelotti.
Baca Juga: Bernardo Silva Jadi Sorotan, Mourinho Sebut Kebugarannya Belum Ideal di Real Madrid
Paolo Maldini menyebut Ancelotti sebagai salah satu pelatih Italia terbesar sepanjang masa. Namun, pelatih tersebut memilih melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih Timnas Brasil setelah mendapatkan kembali kepercayaan dari federasi sepak bola negara tersebut.
“Kami menelepon manajer Italia terhebat sepanjang masa, sahabatku Carlo Ancelotti. Dia memberi tahu kami bahwa Brasil telah menegaskan kembali kepercayaan penuh mereka kepadanya, dan mengucapkan selamat tinggal dengan mendoakan kami semoga sukses. Itu adalah panggilan telepon yang penting,” ujar Maldini.
Setelah upaya mendapatkan Guardiola dan Ancelotti tidak membuahkan hasil, Italia kemudian melakukan pembicaraan dengan Andrea Pirlo.
Baca Juga: Bhayangkara Poso Overland 2026: 17 Tim Jelajahi Poso Sambil Membawa Misi Sosial
Namun, rencana tersebut juga tidak berlanjut setelah muncul persoalan terkait hubungan Pirlo dengan sebuah perusahaan perjudian yang menjadi sorotan.
Pengungkapan Maldini tersebut memperlihatkan betapa seriusnya upaya Italia mencari pelatih dengan profil besar.
Guardiola bahkan disebut sudah berada pada tahap pembahasan teknis dan hampir menerima tawaran sebelum akhirnya memilih mengambil jeda.
Baca Juga: Dokumenter Travis Barker ‘Louder Than Fear’ Segera Tayang, Kisah Tragis Sang Drummer Blink 182
Bagi Italia, kegagalan mendapatkan Guardiola membuat pencarian pelatih harus berlanjut.
Sementara bagi Guardiola, keputusan tersebut menunjukkan bahwa setelah bertahun-tahun bekerja di level tertinggi bersama Manchester City, dirinya memilih memberikan waktu untuk beristirahat sebelum menentukan langkah berikutnya dalam karier kepelatihannya.***





