Kurang Tidur Lalu Minum Kopi? Studi Temukan Dampaknya terhadap Fungsi Otak

Kurang Tidur Lalu Minum Kopi? Studi Temukan Dampaknya terhadap Fungsi Otak
Kebiasaan minum kopi saat begadang bisa berdampak pada otak (Pixabay)

KESEHATAN – Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah penyelamat setelah begadang atau kurang tidur. Kandungan kafein di dalamnya memang mampu meningkatkan kewaspadaan dan membantu tubuh terasa lebih segar dalam waktu singkat.

Namun, sebuah penelitian terbaru mengingatkan bahwa mengandalkan kopi untuk melawan rasa kantuk akibat kurang tidur mungkin bukan solusi terbaik. Bahkan, kebiasaan tersebut diduga dapat memengaruhi kesehatan otak.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Thomas Tuchel Beri Kabar Terbaru Declan Rice Jelang Inggris vs Meksiko

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa konsumsi kafein saat seseorang mengalami kurang tidur kronis berkaitan dengan penurunan volume materi abu-abu (gray matter) di otak, bagian yang berperan penting dalam mengatur ingatan, emosi, kemampuan berpikir, hingga gerakan tubuh.

Mengapa Kafein Membuat Kita Tetap Terjaga?
Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin, yaitu zat kimia di otak yang memicu rasa kantuk.

Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), kadar kafein dalam darah mencapai puncaknya sekitar 30 hingga 60 menit setelah dikonsumsi dan dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam.

Baca Juga: Irwan Lapatta Serius Seret Bupati Sigi ke Proses Hukum, Hari Ini Buat Laporan di Polda Sulteng

Tak heran jika sekitar 85 persen orang dewasa mengonsumsi minuman berkafein setiap hari untuk membantu tetap fokus dan terjaga.

Penelitian Libatkan Dua Kelompok Peminum Kopi
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 36 orang dewasa sehat dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama mengonsumsi kopi berkafein, sedangkan kelompok kedua hanya mengonsumsi kopi tanpa kafein (decaf).

Baca Juga: Rekaman Langka Coldplay Era Awal Resmi Dilelang, Ada Demo James Bond

Selama sembilan hari, seluruh peserta menjalani pola tidur yang dikontrol. Setelah dua malam tidur normal, mereka memasuki fase pembatasan tidur selama lima hari.

Pada periode tersebut, kelompok berkafein mengonsumsi 200 miligram kafein di pagi hari dan 100 miligram lagi pada sore hari, sementara kelompok lainnya menerima kopi tanpa kafein dengan jumlah yang sama.

Di akhir penelitian, seluruh peserta menjalani pemeriksaan menggunakan MRI dan PET Scan untuk melihat perubahan pada struktur otak.

Baca Juga: Dominasi Total! Ini 5 Fakta di Balik Kemenangan Telak Spanyol atas Austria

Hasilnya Mengejutkan
Para peneliti menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi kafein selama periode kurang tidur mengalami penurunan volume materi abu-abu yang lebih signifikan.

Sebaliknya, kelompok yang mengonsumsi kopi tanpa kafein justru menunjukkan peningkatan volume materi abu-abu meskipun sama-sama mengalami kurang tidur.

Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan kafein sebagai “penolong” saat tubuh kekurangan tidur mungkin memengaruhi kemampuan otak untuk beradaptasi atau melakukan proses pemulihan secara alami.

Baca Juga: Serj Tankian Kembali Jadi Sorotan Lewat Kritik Terbaru terhadap Netanyahu

Tidak Sama pada Setiap Orang
Peneliti juga menemukan bahwa respons terhadap kafein berbeda-beda pada setiap individu.

Orang yang memiliki jumlah reseptor adenosin lebih tinggi tampaknya lebih tahan terhadap dampak negatif kafein pada materi abu-abu dibandingkan mereka yang jumlah reseptornya lebih rendah.

Kabar baiknya, sebagian besar perubahan tersebut diketahui mulai membaik setelah peserta mendapatkan tidur pemulihan dan menghentikan konsumsi kafein selama sekitar 30 jam.

Baca Juga: Declan Rice Beri Update Cedera Setelah Inggris Singkirkan DR Kongo

Tidur Tetap Tidak Bisa Digantikan Kopi
Meski kopi tetap memiliki sejumlah manfaat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, penelitian ini menunjukkan bahwa minuman berkafein bukan pengganti tidur yang cukup.

Para peneliti menegaskan masih diperlukan studi lanjutan untuk memahami dampak jangka panjang terhadap fungsi kognitif.

Namun, temuan ini menjadi pengingat bahwa tidur berkualitas tetap merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan otak.

Jika Anda sering begadang, sebaiknya jangan hanya mengandalkan kopi. Memenuhi kebutuhan tidur, menjaga pola hidup sehat, dan membatasi konsumsi kafein tetap menjadi langkah paling efektif untuk mempertahankan fungsi otak dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *