Wagub Sulteng: Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Pra Nikah, TP-PKK Jadi Garda Terdepan

Wagub Sulteng: Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Pra Nikah, TP-PKK Jadi Garda Terdepan
Pemprov Sulteng perkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi pra nikah. Tampak Wagub Sulteng dr Reny Lamadjido saat membuka kegiatan. (Foto: IST).

PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, menegaskan bahwa upaya menurunkan angka stunting harus dimulai sejak masa pra nikah melalui edukasi calon pengantin, pemenuhan gizi remaja putri, hingga pendampingan ibu hamil dan balita.

Menurutnya, Tim Penggerak PKK menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program pencegahan stunting di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Slipknot Masih Bungkam, Jim Root Kirim Pesan Misterius soal Nasib Sid Wilson

Hal tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak, Pentingnya Akta Kelahiran bagi Anak untuk Mencegah Stunting, dan Keluarga Taat Pajak yang digelar di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (5/8/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengapresiasi capaian sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah yang berhasil menurunkan prevalensi stunting.

Namun, ia mengingatkan bahwa mulai tahun 2025, pengukuran stunting tidak lagi menggunakan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), melainkan mengacu pada data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi yang diperbarui setiap bulan oleh tenaga puskesmas.

Baca Juga: SIP 55 Polda Sulteng Gelar Malam Pengantar Tugas, Siap Mengabdi di Wilayah Penempatan

Menurutnya, data yang dikumpulkan secara rutin oleh kader kesehatan dan petugas puskesmas mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi balita di setiap wilayah sehingga menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Reny Lamadjido juga memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK yang selama ini aktif mendampingi masyarakat melalui kader Posyandu dalam memantau tumbuh kembang anak.

“Tim Penggerak PKK adalah yang terbaik karena ujung tombak di lapangan adalah ibu-ibu PKK. Mereka menjadi kader Posyandu yang setiap bulan turun langsung memantau tumbuh kembang anak. Perannya sangat luar biasa dalam mencegah stunting,” tegasnya.

Baca Juga: FIFA Kembali Bergejolak, Gianni Infantino Didesak Tinggalkan Kursi Presiden

Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Perempuan itu hebat dan kuat. Tidak ada laki-laki yang berhasil tanpa ada perempuan hebat di belakangnya,” ujarnya.

Menurut Reny, stunting bukanlah penyakit, melainkan kondisi gagal tumbuh akibat proses tumbuh kembang anak yang tidak berlangsung secara optimal. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan intervensi yang tepat.

Baca Juga: Astamaops Polri Kunjungi Polda Sulteng, Kapolda Nasri Sambut Langsung di Bandara

Ia menekankan pentingnya pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri sebagai upaya mencegah anemia sebelum memasuki usia pernikahan.

Selain itu, ibu hamil diimbau rutin memeriksakan kehamilan di Posyandu maupun fasilitas kesehatan, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, serta melanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan kaya protein hingga anak berusia dua tahun.

“Yang paling penting adalah pencegahan. Perhatikan calon pengantin, ibu hamil, ASI eksklusif, dan pemberian MPASI yang bergizi. Masa emas perkembangan otak anak berlangsung sampai usia dua tahun sehingga harus benar-benar dijaga,” jelasnya.

Baca Juga: Gianni Infantino Disorot, Sekjen FIFA Ambil Langkah Menenangkan Internal Organisasi

Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya memantau perkembangan motorik anak sebagai salah satu indikator tumbuh kembang yang sehat. Menurutnya, anak yang aktif bergerak dan memiliki kemampuan motorik yang berkembang baik umumnya menunjukkan proses pertumbuhan yang optimal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Yudiawati V. Windarrusliana, SKM., M.Kes, jajaran organisasi perempuan, para Ketua TP-PKK kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan lainnya.***

Biro Administrasi Pimpinan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *