KESEHATAN – Memiliki senyum putih dan bersih menjadi dambaan banyak orang. Tak hanya meningkatkan rasa percaya diri, gigi yang tampak cerah juga sering dikaitkan dengan penampilan yang lebih menarik.
Namun, menjaga warna alami gigi ternyata tidak cukup hanya dengan rutin menyikat gigi dan menggunakan benang gigi.
Baca Juga: Krisis FIFA Belum Usai, Gianni Infantino Bertemu Jajaran Eksekutif Senior di Maroko
Seorang dokter gigi asal Toronto, Derek Chung, DMD, mengungkap bahwa sejumlah makanan dan kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele justru menjadi penyebab utama gigi lebih cepat bernoda dan menguning.
Menurutnya, selain menjaga kebersihan mulut, mengenali pemicu perubahan warna gigi juga penting agar senyum tetap sehat dan cerah dalam jangka panjang.
Berikut lima kebiasaan yang patut diwaspadai.
Baca Juga: Wagub Sulteng: Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Pra Nikah, TP-PKK Jadi Garda Terdepan
1. Terlalu Sering Mengonsumsi Saus Tomat
Saus tomat ternyata bukan hanya memberi warna pada makanan, tetapi juga berpotensi meninggalkan noda pada gigi.
Kandungan asam yang tinggi dapat melemahkan lapisan enamel, sementara pigmen merahnya lebih mudah menempel pada permukaan gigi. Kombinasi keduanya membuat noda lebih sulit dibersihkan jika dikonsumsi terlalu sering.
Jika mengonsumsi makanan dengan saus tomat, disarankan untuk berkumur atau minum air putih setelahnya guna membantu mengurangi sisa pigmen yang menempel.
Baca Juga: Slipknot Masih Bungkam, Jim Root Kirim Pesan Misterius soal Nasib Sid Wilson
2. Menganggap Anggur Putih Aman untuk Gigi
Banyak orang mengira hanya anggur merah yang menyebabkan gigi menguning. Padahal, anggur putih juga dapat memberikan efek serupa.
Keasaman pada anggur putih mampu mengikis enamel sehingga permukaan gigi menjadi lebih rentan menyerap pigmen dari makanan dan minuman lain. Kandungan gula dalam minuman beralkohol juga dapat mempercepat kerusakan enamel jika dikonsumsi berlebihan.
3. Terlalu Banyak Menggunakan Kunyit
Kunyit dikenal sebagai rempah dengan beragam manfaat kesehatan. Namun, warnanya yang sangat pekat juga bisa meninggalkan noda pada gigi.
Baca Juga: SIP 55 Polda Sulteng Gelar Malam Pengantar Tugas, Siap Mengabdi di Wilayah Penempatan
Pigmen kuning alami pada kunyit mudah menempel, terutama pada tambalan atau mahkota gigi. Karena itu, meski baik untuk tubuh, konsumsinya tetap perlu diimbangi dengan menjaga kebersihan mulut setelah makan.
4. Sering Mengonsumsi Buah Beri
Blueberry, raspberry, blackberry, hingga buah beri lainnya memang kaya vitamin, serat, dan antioksidan. Meski sangat baik untuk kesehatan, buah-buahan ini memiliki pigmen alami yang cukup kuat.
Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa membersihkan mulut, pigmen tersebut dapat menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan perubahan warna secara bertahap.
Baca Juga: FIFA Kembali Bergejolak, Gianni Infantino Didesak Tinggalkan Kursi Presiden
Untuk mengurangi risikonya, minumlah air putih setelah makan buah beri dan tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi agar enamel tidak mudah terkikis.
5. Merokok
Merokok masih menjadi salah satu penyebab utama perubahan warna gigi yang paling sulit diatasi.
Nikotin, tar, dan berbagai zat kimia dalam rokok dapat menempel pada permukaan gigi hingga membentuk noda kuning kecokelatan yang sulit dihilangkan hanya dengan menyikat gigi. Semakin lama kebiasaan merokok berlangsung, semakin besar pula risiko perubahan warna yang permanen.
Baca Juga: Astamaops Polri Kunjungi Polda Sulteng, Kapolda Nasri Sambut Langsung di Bandara
Selain menjaga warna gigi, berhenti merokok juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan mulut dan tubuh secara keseluruhan.
Menjaga senyum tetap putih bukan hanya soal menggunakan pasta gigi pemutih atau menjalani perawatan di klinik.
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mudah meninggalkan noda, menghentikan kebiasaan merokok, serta menjaga kebersihan mulut setiap hari merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mempertahankan warna alami gigi lebih lama.
Jangan lupa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga.***





