JAKARTA – Sekretaris Jenderal Laskar Merah Putih (Sekjen LMP), Abdul Rachman Thaha, meminta publik untuk tidak terburu-buru menggiring opini keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebab kata Sekjen LMP yang karib disapa ART itu, tersebarnya nama-nama yang diungkap salah satu tersangka, Sony Sanjaya, dapat berujung pada fitnah.
“Termasuk terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Saya tidak yakin AHY terlibat,” kata ART di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Saat ini, telah beredar 24 nama pejabat dan lembaga yang diduga keciprat uang korupsi makan bergizi gratis (MBG) yang ditangani BGN. Nama itu pun ramai beredar di media.
Menurut kader Demokrat ini, setiap pemberitaan harus tetap mengedepankan prinsip berimbang dan berdasarkan fakta. Jangan membentuk opini yang justru merugikan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
Baca Juga: Anwar Hafid Sebut ART Pionir Demokrat Sulteng Jelang 2029
“Saya meyakini AHY tidak pernah terlibat dalam hal-hal yang dituduhkan. Yang bersangkutan juga telah memberikan klarifikasi terkait ini,” kata ART.
Ia bukannya membela Ketua Umum Partai Demokrat. Namun apa yang dituduhkan tidaklah benar.
“Jangan terlalu cepat menghakimi, karena bisa berujung pada fitnah nantinya. Kita semua harus menahan diri,” harap pria kelahiran Palu ini.
Baca Juga: Muprov Kadin Sulteng: Gufran Ahmad Pendaftar Pertama, Siapa Lawan Beratnya?
ART juga menegaskan, jika memang ada dugaan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang, itu tidak serta-merta menjadi kebijakan partai. Apabila benar terjadi, maka itu sifatnya tindakan oknum anggota, bukan keputusan atau kebijakan Partai Demokrat.
“Saya yakin tidak ada partai yang memiliki kebijakan untuk mengurus program MBG, termasuk Partai Demokrat. Kalau pun ada keterlibatan individu, itu adalah oknum anggota. Bukanlah kebijakan atau perintah dari partai,” tegas ART. (*)





