AMERIKA – Kisah hidup Travis Barker akan diangkat secara lebih mendalam melalui film dokumenter terbaru berjudul “Travis Barker: Louder Than Fear”.
Trailer dokumenter tersebut telah dirilis menjelang penayangan perdananya pada 13 Agustus 2026 melalui Hulu dan Hulu di Disney+ untuk pelanggan paket di Amerika Serikat, serta Disney+ secara internasional.
Baca Juga: Ayah Lionel Messi, Jorge Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun, Dunia Sepak Bola Berduka
Dokumenter ini menghadirkan potret pribadi Travis Barker sebagai drummer, produser, musisi sekaligus penyintas sebuah kecelakaan pesawat yang hampir merenggut nyawanya pada 2008.
Dalam “Travis Barker: Louder Than Fear”, Barker menceritakan kembali kecelakaan pesawat yang menewaskan empat orang, termasuk asistennya Chris “Lil Chris” Baker dan pengawalnya Charles “Che” Still, serta pilot dan kopilot pesawat.
Barker dan Adam “DJ AM” Goldstein menjadi dua orang yang selamat dari kecelakaan tersebut. Keduanya mengalami luka bakar parah. Setahun kemudian, Goldstein ditemukan meninggal dunia di apartemennya di New York City.
Baca Juga: Color Mamala Run 2026 di Kolonodale, Diramaikan 1.000 Lebih Peserta
Peristiwa tragis tersebut menjadi salah satu titik paling kelam dalam kehidupan Barker dan menjadi bagian penting dari kisah perjalanan yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.
Trailer “Travis Barker: Louder Than Fear” menampilkan wawancara langsung dengan Barker serta dua rekannya di Blink 182, Mark Hoppus dan Tom DeLonge.
Dokumenter ini juga menghadirkan sejumlah nama besar dari dunia musik, termasuk Tommy Lee dari Mötley Crüe dan mendiang drummer Foo Fighters, Taylor Hawkins.
Baca Juga: Bukan Sekadar Diet, Ini 10 Rahasia agar Anda Bisa Konsisten Makan Sehat Setiap Hari
Sebelum dijadwalkan tayang secara global, “Travis Barker: Louder Than Fear” telah menggelar pemutaran perdana dunia pada Juni 2026 dalam Festival Tribeca. Pemutaran tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi percakapan khusus bersama Travis Barker.
Film ini menggambarkan perjalanan Barker dari masa sebelum terkenal hingga menjadi salah satu drummer paling berpengaruh dalam musik rock modern.
Ia pernah bekerja sebagai pengumpul sampah di Laguna Beach sebelum mendapat kesempatan menggantikan drummer Blink 182 dan kemudian ikut membawa band tersebut menuju kesuksesan besar.
Baca Juga: Federasi Sepak Bola Norwegia Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA
Di balik popularitas dan kesuksesan tersebut, film ini mencoba memperlihatkan sisi lain Barker yang harus berhadapan dengan trauma, rasa kehilangan, rasa sakit serta perjuangan untuk kembali menjalani kehidupan setelah kecelakaan yang mengubah segalanya.
Deskripsi resmi film menggambarkan “Travis Barker: Louder Than Fear” sebagai kisah tentang seorang musisi yang harus menemukan kembali dirinya setelah selamat dari kecelakaan pesawat dahsyat.
Perjalanan tersebut tidak hanya membahas karier musiknya, tetapi juga sisi personal Barker, termasuk bagaimana ia menghadapi trauma dan berusaha menemukan kembali alasan untuk terus berkarya.
Baca Juga: Bhayangkara Tadulako Offroad Jelajahi Poso: Padukan Otomotif, Nasionalisme dan Wisata
“Travis Barker: Louder Than Fear” diproduksi oleh Media Weaver Entertainment. Film tersebut disutradarai Justin Krook dan Michael Dwyer, dengan Matthew Weaver dan Nick Stern sebagai produser. Lawrence Vavra dan John Janick bertindak sebagai produser eksekutif.
Karier Barker sendiri jauh melampaui Blink 182. Ia dikenal memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai genre musik, mulai dari hip hop, rock alternatif, pop hingga country.
Selain menjadi bagian dari Blink 182, Barker pernah terlibat dalam berbagai proyek musik, termasuk grup rap rock Transplants dan band +44 yang ia dirikan bersama. Ia juga pernah tampil bersama Box Car Racer, Antemasque dan Goldfinger.
Baca Juga: Mantan Bintang Chelsea Murka kepada FIFA, Gianni Infantino Jadi Sasaran Kritik Pedas
Barker turut menjadi drummer untuk Avril Lavigne dalam album “The Best Damn Thing” dan “Love Sux”. Ia juga terlibat dalam dua album Machine Gun Kelly, yakni “Tickets To My Downfall” dan “Mainstream Sellout”.
Kemampuan bermusiknya juga terlihat dalam album solo “Give The Drummer Some”, yang menunjukkan eksplorasi kreatif Barker di luar identitasnya bersama satu band tertentu.
Salah satu bagian paling berat dalam perjalanan hidup Barker terjadi setelah kecelakaan pesawat 2008. Ia mengalami luka bakar pada sekitar 65 persen tubuhnya, menjalani perawatan di rumah sakit selama 11 minggu dan menghadapi hampir 30 operasi.
Baca Juga: Mamala Bertabur Bintang 2026 Diikuti 1.550 Rider, Warda Lepas Peserta
Setelah menjalani rangkaian perawatan intensif, operasi dan terapi untuk menghadapi dampak trauma psikologis, Barker perlahan kembali ke dunia musik dan akhirnya bergabung kembali dengan Blink 182.
Pengalaman tersebut sebelumnya juga ia ceritakan melalui memoarnya “Can I Say: Living Large, Cheating Death, And Drums, Drums, Drums”, yang mengulas perjalanan pribadi dan profesionalnya.
Di luar musik, Barker juga membangun sejumlah bisnis. Ia mendirikan perusahaan pakaian Famous Stars And Straps serta label rekaman LaSalle Records dan DTA Records.
Baca Juga: Dramatis! Indonesia Ditahan Imbang Singapura, Tiket Semifinal Piala AFF 2026 Melayang
Ia juga pernah berkolaborasi dengan berbagai perusahaan, termasuk DC Shoes dan Zildjian untuk produk signature. Barker bahkan tampil dalam sejumlah proyek khusus, termasuk sebagai drummer dalam pertunjukan penghormatan Post Malone untuk Nirvana serta kegiatan penggalangan dana untuk Dana Tanggap Solidaritas COVID-19 WHO.
Dengan perjalanan karier lintas genre, berbagai kolaborasi besar dan kisah perjuangan setelah kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya, “Travis Barker: Louder Than Fear” menawarkan sisi berbeda dari sosok drummer yang selama ini dikenal melalui energi panggung dan tato yang memenuhi tubuhnya.
Dokumenter tersebut dijadwalkan tayang pada 13 Agustus 2026 di Hulu dan Hulu di Disney+ untuk pelanggan paket di Amerika Serikat, serta Disney+ bagi penonton internasional.***





