KESEHATAN – Musim dengan kadar serbuk sari yang tinggi sering kali menjadi tantangan bagi penderita alergi.
Selain memicu bersin, mata berair, dan tenggorokan gatal, paparan alergen juga dapat mengganggu kesehatan kulit, menyebabkan ruam, kemerahan, gatal, pembengkakan, hingga kulit menjadi kering dan sensitif.
Baca Juga: Daniel Sa Ungkap Dampak Besar Jika Cristiano Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal
Kabar baiknya, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat membantu memperkuat lapisan pelindung kulit sehingga risiko iritasi akibat alergen bisa diminimalkan. Berikut tujuh cara menjaga kulit tetap sehat dan terlindungi.
1. Rutin Menggunakan Pelembap
Menjaga kelembapan kulit merupakan langkah utama untuk memperkuat skin barrier atau lapisan pelindung kulit.
Pelembap membantu membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit sekaligus menjaga kadar air agar kulit tidak mudah retak. Kulit yang terhidrasi dengan baik juga lebih sulit ditembus oleh alergen yang dapat memicu reaksi iritasi.
Baca Juga: Dari Secangkir Kopi, Kita Membaca Arah Nakhoda Baru BGN
Pilih pelembap yang sesuai dengan jenis kulit dan gunakan secara rutin, terutama setelah mandi.
2. Bersihkan Kulit Setelah Beraktivitas di Luar Ruangan
Serbuk sari, debu, dan alergen lain dapat menempel pada kulit setelah beraktivitas di luar rumah.
Karena itu, segera mandi menggunakan air hangat atau air dingin setelah pulang untuk membantu membersihkan alergen yang menempel sekaligus menjaga kelembapan kulit.
Baca Juga: Enzo Fernandez Ingin Tinggalkan Stamford Bridge? Ini Analisis Pedas Emmanuel Petit
Hindari mandi dengan air yang terlalu panas karena dapat menghilangkan minyak alami kulit dan membuat kulit semakin kering.
3. Perhatikan Kandungan Produk Perawatan Kulit
Sebelum membeli produk kosmetik atau skincare, biasakan membaca daftar bahan yang digunakan.
Beberapa kandungan seperti pewangi, alkohol, dan pengawet tertentu diketahui dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit sensitif.
Baca Juga: Lebih dari 30 Tahun Dirilis, Wonderwall Oasis Bangkit Lagi Berkat Euforia Piala Dunia
Bila kulit Anda mudah bereaksi, pilih produk dengan formula sederhana dan bebas bahan yang berpotensi memicu alergi.
4. Gunakan Produk Hipoalergenik
Produk berlabel hipoalergenik umumnya diformulasikan untuk meminimalkan risiko reaksi alergi.
Selain itu, pilih produk yang mengandung bahan-bahan yang membantu menenangkan kulit, seperti:
Baca Juga:FIFA Pilih Sebelas Pemain Terbaik Piala Dunia 2026, Siapa yang Paling Layak?
- Asam hialuronat
- Lidah buaya (aloe vera)
- Kamomil
- Teh hijau
Bahan-bahan tersebut dikenal memiliki sifat melembapkan sekaligus membantu meredakan peradangan pada kulit.
5. Berikan Perawatan Khusus pada Area Mata
Kulit di sekitar mata lebih tipis dibandingkan bagian wajah lainnya sehingga lebih mudah mengalami iritasi.
Baca Juga: Basrun Lagonda Menangi Pilkades Korololaki
Gunakan krim mata yang melembapkan dan hindari penggunaan pembersih makeup yang terlalu keras.
Saat beraktivitas di luar ruangan, kenakan kacamata hitam untuk membantu mengurangi paparan langsung terhadap debu dan serbuk sari yang dapat memicu reaksi alergi di area mata.
6. Kenakan Pakaian yang Melindungi Kulit
Menggunakan pakaian berlengan panjang, topi, atau sarung tangan dapat menjadi pelindung tambahan ketika berada di lingkungan dengan paparan alergen yang tinggi.
Baca Juga: Sang Penakluk Petahana, Monde Laega Terpilih Kades Tompira
Lapisan pakaian membantu mengurangi kontak langsung antara kulit dengan debu, serbuk sari, maupun iritan lainnya.
7. Jangan Lupakan Tabir Surya
Tabir surya bukan hanya penting saat musim panas, tetapi sebaiknya digunakan setiap hari.
Paparan sinar ultraviolet dapat merusak lapisan pelindung kulit, membuat kulit kehilangan kelembapan, dan meningkatkan risiko masuknya alergen.
Baca Juga: Lionel Scaloni Klarifikasi Rumor yang Muncul Setelah Argentina Gagal Juara Dunia
Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 50, lalu aplikasikan kembali setiap dua jam apabila Anda masih berada di bawah paparan sinar matahari.
Mengapa Perlindungan Kulit Sangat Penting?
Kulit merupakan garis pertahanan pertama tubuh terhadap lingkungan. Ketika lapisan pelindung kulit rusak, alergen, bakteri, dan iritan akan lebih mudah masuk sehingga meningkatkan risiko munculnya reaksi alergi maupun peradangan.
Karena itu, menjaga kelembapan kulit, memilih produk yang tepat, serta melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan alergen merupakan langkah penting untuk mempertahankan kesehatan kulit sepanjang tahun.***





