KESEHATAN – Kopi dan teh selama ini dikenal sebagai minuman favorit untuk meningkatkan energi dan konsentrasi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan manfaat keduanya tidak berhenti di situ.
Konsumsi kopi dan teh secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko dua penyakit neurodegeneratif, yakni Parkinson dan demensia.
Baca Juga: Rekor Legenda Italia Tumbang! Pau Cubarsi Antar Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia
Temuan ini memberikan harapan baru bahwa kebiasaan sederhana dalam pola hidup sehari-hari dapat berkontribusi menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.
Kopi dan Teh Berpotensi Menurunkan Risiko Parkinson
Penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet Regional Health – Western Pacific menemukan bahwa konsumsi kopi dan teh berkafein secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko penyakit Parkinson, terutama pada individu Asia yang memiliki varian gen LRRK2, salah satu faktor genetik yang diketahui meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan varian gen tersebut yang rutin mengonsumsi kopi atau teh memiliki risiko terkena Parkinson sekitar empat hingga delapan kali lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi minuman berkafein.
Baca Juga: Kasus Bayi Tewas di Festival Electric Forest, FBI Berikan Hadiah bagi Pemberi Informasi
Selain berpotensi menurunkan risiko munculnya penyakit, para peneliti juga menilai konsumsi kafein dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejala pada penderita Parkinson, seperti tremor, kekakuan otot, gerakan melambat, gangguan tidur, hingga penurunan fungsi kognitif.
Penelitian Lain Mendukung Manfaat Kafein bagi Kesehatan Otak
Temuan tersebut diperkuat oleh meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2020.
Analisis berbagai penelitian itu menyimpulkan bahwa kafein berpotensi memengaruhi risiko maupun perkembangan penyakit Parkinson, baik pada individu sehat maupun mereka yang telah didiagnosis mengidap penyakit tersebut.
Baca Juga: Erick Thohir Apresiasi Dukungan Pemerintah dan DPR, Mitchell Baker Resmi Jadi WNI
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan apakah manfaat serupa juga berlaku pada berbagai kelompok etnis di luar populasi yang diteliti.
Risiko Demensia Juga Disebut Lebih Rendah
Manfaat kopi dan teh ternyata tidak hanya berkaitan dengan Parkinson.
Sebuah penelitian lain yang dimuat dalam jurnal Nutrition Reviews menganalisis data dari 33 penelitian yang melibatkan lebih dari 389 ribu peserta.
Baca Juga: Secangkir Kopi Hitam dan Luka Lama Argentina–Inggris
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kopi memiliki risiko 27 persen lebih rendah mengalami gangguan kognitif. Sementara itu, peminum teh memiliki risiko sekitar 32 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi minuman tersebut secara rutin.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pola konsumsi kopi dan teh dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.
Kandungan Antioksidan Diduga Menjadi Kunci
Para ahli menjelaskan bahwa manfaat kopi dan teh berasal dari kombinasi berbagai senyawa aktif di dalamnya.
Baca Juga: Waspada! Ini 5 Tanaman Hias yang Berpotensi Berbahaya Jika Dipelihara di Rumah
Kopi mengandung kafein dan antioksidan yang memiliki sifat neuroprotektif, yaitu membantu melindungi sel-sel saraf dari kerusakan. Selain meningkatkan kewaspadaan, kafein juga dikaitkan dengan peningkatan daya ingat, perhatian, dan kemampuan berpikir.
Sementara itu, teh terutama teh hijau kaya akan polifenol dan katekin, dua senyawa antioksidan yang memiliki efek antiinflamasi. Senyawa tersebut diyakini membantu mengurangi proses kerusakan sel saraf yang berkaitan dengan penuaan dan penyakit neurodegeneratif.
Meski hasil penelitian ini menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi kopi dan teh sebaiknya tetap dalam jumlah yang wajar serta menjadi bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan atau terapi medis.
Baca Juga: Argentina Pimpin Daftar Keputusan VAR Menguntungkan di Piala Dunia 2026
Menikmati secangkir kopi atau teh setiap hari mungkin tidak hanya memberi semangat untuk beraktivitas, tetapi juga berpotensi membantu menjaga kesehatan otak di masa depan.
Namun, manfaat maksimal tetap diperoleh jika kebiasaan tersebut dibarengi dengan pola makan seimbang, olahraga rutin, tidur yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.***





