Terungkap! Di Balik Kesuksesan Album Iowa, Slipknot Hampir Mengakhiri Perjalanan Mereka

Terungkap! Di Balik Kesuksesan Album Iowa, Slipknot Hampir Mengakhiri Perjalanan Mereka
Ross Robinson ungkap fakta mengejutkan mengenai Slipknot (instagram/@slipknot)

AMERIKA – Dua puluh lima tahun setelah perilisan album legendaris Iowa, produser Ross Robinson membongkar kisah mengejutkan di balik proses kreatif salah satu karya paling ikonik dalam sejarah musik metal.

Ia mengungkapkan bahwa Slipknot pernah berada di ambang perpecahan bahkan sebelum proses rekaman dimulai.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Gianni Infantino Nyaris Kantongi Gaji Fantastis, Hampir Lampaui Atlet Termahal Dunia

Pengakuan tersebut disampaikan Robinson dalam wawancara terbaru dengan Metal Hammer untuk memperingati 25 tahun album Iowa.

Menurutnya, konflik internal di dalam band saat itu begitu serius hingga beberapa personel sempat meyakini bahwa Slipknot tidak akan bertahan.

“Saya pernah mendapat keluhan dari Paul Gray atau mungkin Joey Jordison sebelum kami mulai rekaman. Mereka mengatakan, ‘Kami tidak akur. Kami akan bubar’,” ungkap Robinson.

Baca Juga: Soal Warung Makan Nonhalal di Tondo, MUI Palu Tekankan Ketertiban dan Toleransi

Mendengar kabar tersebut, Robinson memutuskan untuk terbang menemui para personel Slipknot. Saat itu, vokalis Corey Taylor bahkan memperdengarkan beberapa lagu proyek sampingannya, Stone Sour.

“Corey mengajak saya keluar dan memainkan lagu-lagu Stone Sour. Saya berpikir, ‘Ini bagus… tetapi ini bukan Slipknot’,” kenangnya.

Menurut Robinson, ketegangan yang terjadi bukan semata-mata karena perbedaan kreativitas, melainkan tekanan besar setelah kesuksesan album debut Slipknot pada 1999 yang melambungkan nama mereka sebagai salah satu band metal paling berpengaruh saat itu.

Baca Juga: Indonesia Dibantai Vietnam 0-3, Peluang Garuda ke Semifinal Piala AFF 2026 Belum Aman

Ia menjelaskan bahwa perubahan drastis dalam kehidupan para personel menjadi tantangan yang sulit dihadapi.

“Berubah dari band yang memulai semuanya dari nol menjadi sangat sukses adalah sesuatu yang tidak pernah diajarkan kepada siapa pun. Tiba-tiba semua orang memperhatikanmu, semua orang ingin dekat denganmu. Itu sangat membingungkan,” katanya.

Robinson juga membagikan kisah ekstrem selama proses rekaman Iowa. Ia mengingat bagaimana Corey Taylor benar-benar menguras emosi demi menghasilkan vokal yang autentik.

Baca Juga: Polisi dan TNI Gerebek Tiga Arena Sabung Ayam di Morowali, Pelaku Kabur

“Saya sering melihat Corey telanjang saat proses rekaman. Kami membedah setiap lirik secara mendalam hingga ia benar-benar membuka jiwanya. Saya bahkan merinding ketika proses rekaman dimulai,” ujar Robinson.

Ia juga mengungkapkan bahwa Taylor pernah berguling di lantai dan melukai tubuhnya dengan pecahan kaca demi menyalurkan emosi yang terkandung dalam lagu-lagu di album tersebut.

Pengakuan Ross Robinson kembali memperlihatkan betapa beratnya perjalanan Slipknot di balik kesuksesan Iowa. Album yang kini dianggap sebagai salah satu rilisan metal terbaik sepanjang masa ternyata lahir di tengah konflik, tekanan mental, dan ketidakpastian mengenai masa depan band.

Baca Juga: UEFA Tak Lagi Percaya pada Gianni Infantino, Masa Depan FIFA Dipertanyakan

Cerita ini kembali menjadi sorotan di saat Slipknot juga tengah diterpa rumor mengenai masa depan DJ sekaligus pemain keyboard Sid Wilson. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari band mengenai rumor tersebut.

Kisah di balik album Iowa membuktikan bahwa karya besar sering lahir dari situasi yang penuh tekanan. Meski sempat berada di ambang perpecahan, Slipknot berhasil melewati masa sulit tersebut dan menciptakan salah satu album paling berpengaruh dalam sejarah musik metal.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *