SPANYOL – Presiden LaLiga Javier Tebas kembali melontarkan kritik keras terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Tebas bahkan menilai era kepemimpinan Infantino telah berakhir dan menyebut kebijakan sang presiden justru berpotensi merusak esensi sepak bola.
Dalam wawancara dengan surat kabar Prancis Le Monde, Tebas secara terbuka mempertanyakan arah kepemimpinan Infantino yang telah memimpin FIFA sejak 2016.
Baca Juga: Kabar Gembira! Blink 182 Mulai Kerjakan Album Baru, Travis Barker Buka Suara
Bagi Tebas, kritik tersebut bukan muncul akibat polemik terbaru yang melibatkan FIFA. Ia mengaku telah lama memperhatikan gaya kepemimpinan Infantino dan menilai sejumlah kebijakannya tidak memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sepak bola.
“Bagi saya, era Gianni Infantino sudah lama berlalu,” kata Tebas.
“Saya tidak mengatakan ini karena kejadian baru-baru ini; saya telah memperhatikan gaya manajemen ini sejak lama, meskipun orang lain tampaknya baru menyadarinya sekarang,” lanjutnya.
Baca Juga: Marcus Rashford Kembali ke Manchester United, Keputusan Besar Klub Mulai Terungkap
Tebas kemudian melontarkan kritik lebih tajam terhadap sejumlah proyek yang dikaitkan dengan kepemimpinan Infantino.
Menurutnya, sepak bola dunia tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan elite dan kompetisi internasional, sementara liga domestik yang menjadi fondasi sepak bola justru terancam kehilangan perannya.
“Infantino bukanlah seseorang yang berkontribusi pada pertumbuhan sepak bola. Sebaliknya, proyek-proyeknya menghancurkan esensi sepak bola itu sendiri: liga-liga nasional,” ujar Tebas.
Baca Juga: 5 Tanda Tubuh Anda Mungkin Kurang Sayuran Hijau, Jangan Abaikan Sinyalnya
Ia juga menegaskan bahwa sepak bola tidak seharusnya hanya menjadi milik kelompok elite.
“Sepak bola tidak terbatas pada kalangan elit. Bagi saya, era Infantino telah berakhir. Yang masih harus dilihat adalah kapan hal itu akan berlaku dan bagaimana suksesi akan berlangsung,” katanya.
Tebas berharap pergantian kepemimpinan di FIFA nantinya tidak sekadar mengganti individu, tetapi benar-benar diikuti perubahan mendasar dalam sistem organisasi.
Baca Juga: Pep Guardiola Nyaris Latih Timnas Italia, Paolo Maldini Ungkap Formasi Sudah Disiapkan
“Saya berharap ini bukan hanya soal mengganti beberapa orang dengan orang lain, tetapi perombakan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Pernyataan Tebas muncul di tengah tekanan terhadap Infantino menyusul kontroversi FIFA Forward Enterprise (FFE).
Proposal tersebut sebelumnya dikaitkan dengan rencana FIFA untuk menjual sebagian saham dalam operasi komersialnya kepada perusahaan ekuitas swasta.
Baca Juga: Cegah Inflasi, Wagub Reny dan Bupati Tolitoli Cek Harga Bahan Pokok, Ini Hasilnya
Rencana tersebut akhirnya dibatalkan atau ditangguhkan setelah mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak dalam sepak bola dunia. Situasi itu kemudian memunculkan tekanan baru terhadap kepemimpinan Infantino dari sejumlah asosiasi anggota dan pemangku kepentingan.
Tebas mengaku tidak terkejut dengan perkembangan tersebut. Menurutnya, persoalan yang terjadi di FIFA saat ini merupakan akumulasi masalah tata kelola yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Apa yang terjadi tidak mengejutkan saya,” kata Tebas.
Baca Juga: FIFA Lawan Tuduhan terhadap Gianni Infantino, Sebut Ada Upaya Melemahkan Organisasi
“Yang mengejutkan saya adalah reaksi banyak orang yang selama bertahun-tahun tetap diam. Episode ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang telah terjadi di dalam sebuah institusi, FIFA, tetapi juga secara lebih luas di dunia sepak bola, di mana tidak ada kebijakan tata kelola yang nyata. Dan masalahnya tidak terbatas pada satu orang; ini tentang seluruh sistem,” lanjutnya.
Presiden LaLiga tersebut kemudian memperingatkan bahwa pergantian tokoh di dalam organisasi tidak otomatis menyelesaikan persoalan jika sistem lama tetap dipertahankan.
“Sistem lama dapat bertahan bahkan ketika orang-orang berubah. Mari kita berharap perubahan benar-benar terjadi, pemimpin baru datang, dan tata kelola baru ditegakkan di FIFA,” ujar Tebas.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-5 Habib Saggaf, Anwar Hafid Kenang Pesan Sang Ulama
Tebas juga mengaitkan Infantino dengan kontroversi European Super League. Ia menuduh terdapat pihak-pihak yang pernah terlibat dalam proyek liga tandingan tersebut yang kemudian juga memiliki keterkaitan dengan FIFA Forward Enterprise.
Kritik terbaru Tebas menambah panjang daftar kontroversi yang mengiringi kepemimpinan Infantino. Di sisi lain, FIFA sebelumnya telah memberikan pembelaan terbuka terhadap presidennya dan menegaskan bahwa organisasi tersebut menolak tuduhan maupun informasi yang dianggap tidak akurat.
Perseteruan pandangan tersebut menunjukkan semakin tajamnya perdebatan mengenai masa depan tata kelola sepak bola dunia, terutama terkait hubungan FIFA dengan liga domestik, kompetisi internasional, investor swasta dan kepentingan komersial sepak bola.***





