Jangan Asal Minum Kopi Saat Sakit, Begini Dampaknya terhadap Proses Pemulihan

Jangan Asal Minum Kopi Saat Sakit, Begini Dampaknya terhadap Proses Pemulihan
Minum Kopi Saat Sakit Tidak Selalu Dilarang, Asal Perhatikan Kondisi Tubuh dan Aturannya (Pixabay)

KESEHATAN – Bagi sebagian orang, memulai hari tanpa secangkir kopi terasa mustahil. Namun, ketika tubuh sedang terserang pilek, flu, atau infeksi ringan, muncul pertanyaan yang sering diperdebatkan: apakah minum kopi saat sakit aman bagi kesehatan?

Para dokter menyebut jawabannya tidak sesederhana “boleh” atau “tidak boleh”. Semua bergantung pada kondisi tubuh, tingkat keparahan penyakit, serta seberapa baik tubuh mentoleransi kafein.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Baru Tampil di Piala Dunia 2026, Jayden Adams Dikabarkan Meninggal Dunia

Kopi Bisa Memperparah Dehidrasi Saat Sakit
Raj Dasgupta, MD, menjelaskan bahwa kopi memiliki sifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine. Akibatnya, tubuh berpotensi kehilangan lebih banyak cairan.

Padahal saat sakit, terutama ketika mengalami demam, muntah, diare, atau berkeringat berlebihan, tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang.

Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, risiko dehidrasi meningkat. Kondisi ini dapat memperburuk gejala penyakit, menurunkan tekanan darah, hingga menghambat aliran darah ke organ-organ vital.

Baca Juga: Dua Gol Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal, Siap Lawan Argentina?

Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat proses pemulihan.

Kafein Juga Bisa Mengganggu Lambung dan Waktu Istirahat
Selain meningkatkan risiko dehidrasi, para ahli mengingatkan bahwa kopi juga dapat memicu iritasi pada lambung.

Bagi penderita maag, gastritis, atau refluks asam lambung (GERD), konsumsi kopi saat sakit berpotensi memperburuk rasa nyeri, mual, maupun sensasi panas di dada.

Baca Juga: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka, Siapa Menyusul?

Di sisi lain, kandungan kafein juga dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, kondisi yang kurang ideal ketika tubuh sedang berjuang melawan infeksi.

Tak hanya itu, efek stimulan kafein berisiko mengganggu kualitas tidur. Padahal tidur yang cukup merupakan salah satu faktor terpenting dalam membantu sistem imun melawan virus maupun bakteri penyebab penyakit.

Namun Kopi Tetap Memiliki Manfaat
Meski memiliki sejumlah risiko, bukan berarti kopi harus sepenuhnya dihindari.

Baca Juga: Atlet Taekwondo asal Palu Sitti Maharani Raih Emas di Kejurnas Kapolri Cup 7

Dokter umum Mo Janson menjelaskan bahwa kopi mengandung antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif di dalam tubuh.

Selain itu, kandungan kafein dalam jumlah sedang dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan, terutama jika seseorang masih harus bekerja atau menyelesaikan aktivitas penting saat sedang kurang sehat.

Para ahli juga menilai kopi masih lebih baik dibandingkan minuman berenergi yang umumnya mengandung kadar kafein lebih tinggi serta tambahan gula dalam jumlah besar.

Baca Juga: Mantan Kajati DKI Jakarta Jadi Plt Jampidsus

Jangan Langsung Berhenti Jika Terbiasa Minum Kopi
Menariknya, menghentikan konsumsi kopi secara mendadak juga bisa menimbulkan masalah bagi sebagian orang.

Mereka yang terbiasa minum kopi setiap hari berisiko mengalami gejala putus kafein seperti sakit kepala, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan suasana hati.

Gejala tersebut justru dapat membuat kondisi saat sakit terasa semakin tidak nyaman.

Baca Juga: Courtois Ungkap Penyebab Diganti Saat Belgia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Kapan Sebaiknya Tetap Minum dan Kapan Harus Menghindari Kopi?
Dokter menjelaskan bahwa penderita pilek ringan umumnya masih dapat menikmati satu cangkir kopi, asalkan tetap memenuhi kebutuhan cairan harian dengan minum air putih lebih banyak.

Namun, bila mengalami flu berat, demam tinggi, muntah, diare, dehidrasi, gangguan lambung, atau sulit tidur, sebaiknya konsumsi kopi dibatasi atau dihentikan sementara hingga kondisi tubuh membaik.

Selain itu, penting memperhatikan obat-obatan yang sedang dikonsumsi karena beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan kafein.

Pada akhirnya, keputusan untuk minum kopi saat sakit harus disesuaikan dengan respons tubuh masing-masing. Jika setelah minum kopi gejala justru bertambah parah atau tubuh terasa semakin tidak nyaman, sebaiknya hentikan konsumsi sementara dan fokus pada istirahat, hidrasi yang cukup, serta pola makan bergizi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *