Linda Perry Sebut Green Day Tak Sopan Setelah Membatalkan Kerja Sama

Linda Perry Sebut Green Day Tak Sopan Setelah Membatalkan Kerja Sama
Linda Perry (instagram/@reallindaperry)

AMERIKA – Musisi dan produser legendaris Linda Perry melontarkan kritik tajam kepada Green Day setelah mengungkap dirinya pernah dicoret dari posisi produser album lanjutan American Idiot hanya karena reaksi negatif dari penggemar.

Dalam wawancara terbaru bersama NME, Perry mengaku kecewa berat terhadap cara frontman Billie Joe Armstrong menangani situasi tersebut, bahkan menyebutnya sebagai tindakan “pengecut”.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: 5 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan, Tapi Jangan Dikonsumsi Sembarangan

Hampir Produksi Album Lanjutan ‘American Idiot’
Menurut Perry, Green Day sebenarnya pernah menghubunginya untuk memproduseri album penerus American Idiot yang kemudian dirilis sebagai 21st Century Breakdown pada 2009.

Kala itu, Perry mengatakan dirinya sampai mengosongkan jadwal selama enam bulan demi fokus bekerja dengan band punk rock ikonik tersebut.

“Saya bertemu Billie Joe dan kami berbicara selama tiga jam,” kenangnya.

Baca Juga: Sporting Lisbon Pasang Harga Tinggi, Real Madrid Tetap Kejar Morten Hjulmand

Ia menjelaskan bahwa dalam proses produksi musik, dirinya sering berperan layaknya seorang terapis kreatif bagi para musisi yang sedang mencari arah baru.

“Saya merasa Billie Joe sedang berada di titik di mana dia membutuhkan bantuan untuk menemukan kembali apa yang ingin dia katakan,” ujarnya.

Semua Berubah Gara-Gara Reaksi Fans
Masalah mulai muncul ketika Courtney Love membocorkan informasi bahwa Linda Perry akan menjadi produser Green Day berikutnya.

Baca Juga: PB SEMMI Dukung Sulteng Perjuangkan Kenaikan DBH

Menurut Perry, kabar itu langsung memicu reaksi negatif dari sebagian penggemar Green Day yang tidak menyukai ide band punk rock tersebut bekerja dengan produser yang identik dengan artis pop seperti:

• P!nk
• Christina Aguilera
• Gwen Stefani

“Tiba-tiba mereka mendapat banyak kecaman dari penggemar mereka,” kata Perry.

Baca Juga: 7 Manfaat Vitamin K untuk Performa dan Kesehatan Tubuh, Wajib Diketahui

Tak lama setelah itu, komunikasi dari pihak Green Day mendadak berhenti total.

“Mereka berhenti menghubungi saya. Saya mencoba menelepon untuk mencari tahu apa yang terjadi, tapi tidak ada yang membalas,” ungkapnya.

“Saya Kehilangan Rasa Hormat kepada Billie Joe”
Linda Perry mengaku bukan hanya kecewa karena kehilangan proyek besar, tetapi juga karena cara Green Day mengakhiri kerja sama tersebut tanpa penjelasan langsung.

Baca Juga: Linda Perry Konfirmasi Reuni 4 Non Blondes dan Album Baru Pertama Setelah 33 Tahun

“Itu sangat tidak sopan,” tegasnya.

“Telepon saja saya dan bilang kalian ingin mengambil arah berbeda. Tidak membalas telepon saya adalah tindakan pengecut.”

Ia juga mengatakan dirinya kehilangan banyak rasa hormat terhadap Billie Joe Armstrong akibat kejadian itu.

Baca Juga: Xabi Alonso Mulai Bergerak, Chelsea Resmi Rekrut Bek Sayap Modern Asal Argentina

“Saya kehilangan banyak rasa hormat kepada Billie Joe,” ujarnya.

Perry Yakin Album Itu Akan Jadi Besar
Perry percaya bahwa jika kerja sama tersebut benar-benar terjadi, hasilnya akan menjadi album yang sangat sukses.

“Saya punya visi yang sangat jelas dan saya tahu album itu akan luar biasa,” katanya.

Baca Juga: Idul Adha Tahun Ini, Ketua DPRD Morut Salurkan 21 Ekor Hewan Kurban

Ia juga menyebut bahwa sebagian penolakan terhadap dirinya terjadi karena statusnya sebagai perempuan sekaligus penulis lagu pop.

“Itu terjadi karena saya seorang wanita dan saya menulis lagu pop,” tambah Perry.

Meski demikian, ia juga menyalahkan Courtney Love karena membocorkan informasi proyek tersebut terlalu cepat ke publik.

Baca Juga: BMTH Kembali ke Era Deathcore Brutal Lewat ‘Count Your Blessings’

“Kalau Courtney diam saja, mungkin album itu sudah jadi dan berbicara sendiri,” katanya.

Green Day Akhirnya Pilih Butch Vig
Saat rumor tentang Linda Perry merebak kala itu, manajemen Green Day sempat membantah bahwa dirinya akan menjadi produser album baru mereka.

Band awalnya disebut tetap bekerja dengan Rob Cavallo sebelum akhirnya memilih Butch Vig untuk menangani 21st Century Breakdown.

Baca Juga: Reza Hidayat, Putra Sulteng yang Dipromosi Jadi Koordinator Kejati Sulsel

Dalam wawancara yang sama, Perry juga membocorkan fakta menarik soal proses rekaman Green Day yang menurutnya cukup aneh.

Ia mengatakan para personel band merekam bagian mereka secara terpisah, bukan bermain bersama di studio seperti kebanyakan band rock klasik.

Terinspirasi Musik Era 60-an
Linda Perry bahkan sempat memberi Green Day daftar lagu referensi dari musik rock era 60-an, termasuk karya band Love.

Baca Juga: Meski Terpuruk di Catalunya, Toprak Razgatlioglu Dapat Kabar Baik dari Yamaha

Menariknya, tak lama setelah itu Green Day memang merilis proyek bernuansa garage rock 60-an lewat alter ego mereka, Foxboro Hot Tubs, dengan album Stop Drop and Roll!!! pada 2008.

Meski kerja sama besar itu akhirnya gagal terjadi, pengakuan Linda Perry kini membuka sisi lain dari perjalanan kreatif Green Day setelah era monumental American Idiot.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *