EROPA – Ketegangan antara UEFA dan FIFA semakin memuncak. Setelah rencana kontroversial penjualan sebagian saham operasi komersial FIFA dibatalkan, UEFA secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menyambut baik keputusan Infantino yang akhirnya membatalkan proposal tersebut.
Baca Juga: Surat Keberatan Dilayangkan, Pemprov Sulteng Pertanyakan Dasar Pencabutan FORNAS 2027
Namun, organisasi sepak bola Eropa itu menegaskan bahwa pembatalan tersebut tidak menghapus kekhawatiran mereka terhadap cara kepemimpinan FIFA dalam menjalankan organisasi.
UEFA juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung, liga, klub, pemain, asosiasi nasional, konfederasi, hingga sejumlah pemimpin negara yang secara terbuka menolak gagasan menjual sebagian aset komersial FIFA kepada investor eksternal.
“Sepak bola tidak untuk dijual,” tegas UEFA dalam pernyataannya.
Baca Juga: Irjen Pol. Nasri Apresiasi Dua Personel Berprestasi, Minta Anggota Terus Jaga Integritas
Menurut UEFA, proposal tersebut merupakan sebuah “rencana rahasia” yang disusun tanpa transparansi dan tanpa melibatkan para pemangku kepentingan utama dalam dunia sepak bola.
Badan tersebut bahkan meminta agar pihak-pihak yang menggagas ide tersebut dimintai pertanggungjawaban.
“Kita tidak bisa terus menghadapi skema rahasia yang dirancang dalam waktu singkat oleh individu-individu tanpa identitas yang jelas dan dengan manfaat yang dipertanyakan bagi sepak bola. Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” tulis UEFA.
Baca Juga: PHK Massal PT GNI Kembali Terjadi, DPRD Sulteng Minta Hak Pekerja Dijamin
Tak hanya itu, UEFA mengungkapkan akan bekerja sama dengan berbagai konfederasi lain untuk mengevaluasi bagaimana proposal tersebut bisa muncul dan menyusun mekanisme agar situasi serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Organisasi tersebut menilai evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak menutup kemungkinan adanya perubahan besar dalam tata kelola sepak bola internasional.
Dalam kritiknya, UEFA juga mengingatkan janji kampanye Gianni Infantino saat mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2016. Saat itu, Infantino berjanji akan mengedepankan transparansi dan memastikan seluruh dana FIFA digunakan sepenuhnya untuk pengembangan sepak bola.
Baca Juga: PM Inggris Pertanyakan Kepemimpinan Infantino di FIFA Usai Polemik Piala Dunia
Namun menurut UEFA, janji tersebut gagal dipenuhi. Badan sepak bola Eropa itu menuding rencana penjualan saham disusun secara tertutup dan bertentangan dengan komitmen transparansi yang pernah disampaikan Infantino.
UEFA juga mempertanyakan pengelolaan keuangan FIFA yang disebut memiliki cadangan lebih dari 5 miliar dolar AS, sehingga dinilai tidak memiliki alasan mendesak untuk menjual sebagian aset komersial organisasi.
Sebelumnya, UEFA menjadi konfederasi paling vokal dalam menentang proposal tersebut, bahkan sempat mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila rencana tersebut tetap dijalankan.
Baca Juga: Senyum Lebih Cerah Tanpa Biaya Mahal, Ini 7 Makanan yang Baik untuk Gigi Putih
Kini, meski proposal resmi dibatalkan, hubungan antara UEFA dan FIFA diperkirakan masih akan tetap memanas. Tekanan terhadap Gianni Infantino pun semakin besar menjelang upayanya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada masa jabatan berikutnya.
Meski polemik penjualan saham FIFA telah berakhir dengan pembatalan proposal, pernyataan keras UEFA menunjukkan bahwa krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino masih jauh dari selesai. Perselisihan ini berpotensi menjadi salah satu isu terbesar dalam politik sepak bola dunia dalam beberapa tahun mendatang.***





