SIGI – Gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa siang (16/6/2026) pukul 11.24 WITA, menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Kabupaten Sigi.
Selain Kabupaten Sigi, tiga daerah lainnya di Sulteng juga terdampak gempa. Yakni Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong dan Poso.
Baca Juga: Fokus Bantu Penanganan Gempa, Ahmad Ali Instruksikan Tunda Rakorwilsus PSI Sulteng
Data sementara PUSDALOPS-PB Sigi mencatat, satu warga Sigi meninggal dunia. Sejumlah rumah dan bangunan juga mengalami kerusakan, terutama di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo yang masif terjadi kerusakan.
Dibanding tiga daerah terdampak lainnya, Kabupaten Sigi yang paling banyak rumah
rusak.
Data sementara BPBD Sulteng menyebut, sebanyak 800 unit rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi. Terdiri dari 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Baca Juga: Demi Warga Terdampak Gempa, Anwar Hafid Tinggalkan Jakarta dan Kembali ke Palu
Jalan poros Palu-Napu juga sempat terisolir, akibat tanah longsor dan jalannya amblas akibat gempa.
Namun hingga kini, petugas masih melakukan pendataan korban dan kerusakan.
Pasca gempa, banyak warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian bertahan di pekarangan rumah, sementara lainnya mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat mereka.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Getarannya Terasa hingga Tojo Una-una
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi bersama tim terkait, langsung melakukan kaji cepat dan evakuasi.
Pemerintah Kabupaten Sigi juga menetapkan status Tanggap Darurat Gempa Bumi mulai 16 hingga 30 Juni 2026.
Baca Juga: Tanda Kejayaan Partai Demokrat di Sulteng, Anwar Hafid Terpilih Aklamasi
Saat ini, kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi air bersih, tenda, selimut, sembako, perlengkapan bayi, serta layanan kesehatan dan dukungan psikososial. (*)





