INGGRIS – Kontroversi seputar rencana penjualan saham operasi komersial Piala Dunia FIFA terus berbuntut panjang.
Meski proposal tersebut telah dibatalkan, Presiden FIFA Gianni Infantino kini menghadapi kritik tajam dari berbagai tokoh dunia, termasuk Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham.
Baca Juga: Senyum Lebih Cerah Tanpa Biaya Mahal, Ini 7 Makanan yang Baik untuk Gigi Putih
Burnham secara terbuka mempertanyakan kepemimpinan Infantino dan menilai presiden FIFA tersebut bukan sosok yang tepat untuk memimpin organisasi sepak bola terbesar di dunia setelah menggulirkan proposal yang menuai penolakan luas.
Dalam keterangannya kepada media, Burnham menyebut gagasan menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta sebagai usulan yang tidak dapat diterima.
“Ini adalah usulan yang keterlaluan. Gagasan bahwa hal itu bahkan bisa diajukan menunjukkan bahwa, menurut saya, dia bukanlah orang yang tepat untuk memimpin organisasi ini,” ujar Burnham.
Baca Juga: Indonesia vs Vietnam: Bentrok Dua Tim Tak Terbendung, Siapa Kuasai Grup A?
Proposal FIFA Picu Gelombang Penolakan
Sebelumnya, Gianni Infantino mengusulkan pembentukan perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) dengan nilai sekitar US$20 miliar.
Dalam skema tersebut, hingga 20 persen saham perusahaan direncanakan dijual kepada investor eksternal untuk meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola dunia.
Meski FIFA menegaskan bahwa kendali penuh terhadap tata kelola sepak bola tetap berada di tangan organisasi, proposal itu justru memicu penolakan besar-besaran.
Baca Juga: Persiapan Sudah Berjalan, Pemprov Sulteng Kecewa Status Tuan Rumah FORNAS Dicabut
UEFA menjadi pihak pertama yang mengecam rencana tersebut, kemudian diikuti oleh sejumlah konfederasi dan federasi nasional yang menilai Piala Dunia bukan aset komersial yang dapat diperjualbelikan.
Tekanan yang terus meningkat akhirnya membuat Infantino mengumumkan pembatalan proposal tersebut dan berjanji membuka dialog baru dengan seluruh pemangku kepentingan sepak bola.
Burnham: Sepak Bola Bukan Barang Dagangan
Sebelum memberikan pernyataan kepada media, Andy Burnham juga lebih dahulu menyampaikan kritik melalui media sosial.
Baca Juga: Tekanan Dunia Sepak Bola Berhasil! FIFA Batal Jual Saham Piala Dunia kepada Investor
Ia menegaskan bahwa sepak bola merupakan warisan dunia yang tidak semestinya diperlakukan sebagai komoditas investasi.
Menurut Burnham, langkah FIFA mengajukan proposal tersebut menunjukkan adanya arah kepemimpinan yang keliru dan berpotensi merusak nilai-nilai dasar olahraga paling populer di dunia.
Komentar Burnham menambah daftar panjang kritik terhadap Gianni Infantino, yang sebelumnya juga mendapat penolakan dari berbagai federasi, pejabat FIFA, hingga sejumlah tokoh sepak bola internasional.
Baca Juga: AKP Siti Elminawati Harumkan Polda Sulteng, Raih Hoegeng Awards 2026
Masa Depan Kepemimpinan FIFA Kembali Disorot
Meski rencana penjualan saham telah resmi dibatalkan, polemik tersebut diperkirakan belum sepenuhnya berakhir.
Banyak pihak kini mempertanyakan arah kepemimpinan FIFA dan menunggu langkah lanjutan Infantino dalam memulihkan kepercayaan para anggota serta menjaga persatuan sepak bola dunia.
Pembatalan proposal penjualan saham Piala Dunia memang meredakan kontroversi, tetapi tekanan terhadap Gianni Infantino belum mereda. Kritik dari tokoh-tokoh berpengaruh menunjukkan bahwa isu tata kelola FIFA masih akan menjadi perhatian utama dalam waktu dekat.***





